Breaking News:

Ramadan 2018

Gus Nuril: Hancurnya Agama karena Politik

Ia mempertanyakan mengapa saat ini masyarakat masih meributkan tentang perbedaan agama yang sebenarnya tidak ada bedanya antar-umat.

Penulis: Anggie Lianda Putri | Editor: Yaspen Martinus
WARTA KOTA/ANGGIE LIANDA PUTRI
Gus Nuril memberikan tausiah di acara Merajut Silaturahmi dalam Kemajemukan di UKI, Senin (28/5/2018). 

KH Nuril Arifin Husein (Gus Nuril) memberikan tausiah di acara Merajut Silaturahmi dalam Kemajemukan di Universitas Kristen Indonesia (UKI).

Ia mempertanyakan mengapa saat ini masyarakat masih meributkan tentang perbedaan agama yang sebenarnya tidak ada bedanya antar-umat.

"Umat Kristiani berdoa malam di dalam biliknya yang sepi, begitu juga Umat Islam Salat Tahajut di dalam malam. Enggak ada bedanya. Kenapa kita ribut padahal sama-sama mengimani kitab Taurat, Injil, Zabur dan Alquran?" ujar Gus Nuril di UKI, Senin (28/5/2018).

Baca: 75 Persen Penanganan Terorisme Kerja Intelijen, Banyak Istri Anggota Densus 88 Minta Cerai

Ia mengatakan, negara hancur karena adanya politik, perseteruan, dan umat yang saling berebut kekuasaan.

"Semua karena ada politik, karena perseteruan, karena kita butuh kekuasaan, maka hancurnya agama Yahudi, Kristen, dan Islam karena politik," tuturnya.

Gus Nuril berpesan kepada seluruh umat beragama di Indonesia, untuk saling menolong dan menciptakan kedamaian, sebab kita hidup di negara dengan satu tujuan yang sama.

Baca: Survei Indo Barometer: Gatot Nurmantyo Cawapres Favorit untuk Jokowi Maupun Prabowo

"Tujuan semua agama kita tuh sama, menciptakan negara dan rakyat dengan keadilan berdasarkan Pancasila dan UUD 45," ucap Gus Nuril.

Setelah memberikan tausiah, ia memimpin doa berbuka puasa dan melantunkan nyanyian damai yang diikuti oleh para tamu undangan. (*)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved