Ramadan 2018

Menengok Masjid Besar Suruh, Sisa Kejayaan Zaman Mataram 

Piagam beraksara Arab Pegon dan aksara Jawa tersebut "ditandatangani" oleh Kiai Mas Ngabehi AstraWijaya, salah seorang adipati Semarang..

Kompas.com/Syahrul Munir
KENTONGAN dan beduk Masjid Besar Suruh di Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Masjid ini didirikan tahun 1816 dan menunjukkan sisa-sisa kejayaan Kerajaan Mataram. 

"Bahkan prasasti maupun penanda pendirian masjid masih terjaga. Ornamen di dalam masjid juga dipertahankan hingga saat ini, meskipun ada beberapa tambahan fasilitas," kata Farhan.

Farhan berharap, masjid yang megah dan cantik ini dijaga, dipelihara dan diramaikan oleh masyarakat dengan kegiatan ibadah. Namun demikian, sisi orisinilitas Masjid Besar Suruh ini juga diharapkan tetap terjaga dan terwariskan hingga ke anak cucu generasi berikutnya.

"Tidak hanya itu, sejarah masjid besar Suruh juga jangan lupa untuk diceritakan kepada generasi muda agar tidak kehilangan sejarah," tuturnya. (Kontributor Ungaran, Syahrul Munir)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pesona Masjid Besar Suruh, Sisa Kejayaan Zaman Mataram 2 Abad Silam"

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved