KBT Menjelma Jadi Lokasi Favorit Warga Ngabuburit Sambil Main Layangan

KBT juga menjadi tempat anak-anak bermain layang-layang untuk menunggu waktu berbuka puasa.

KBT Menjelma Jadi Lokasi Favorit Warga Ngabuburit Sambil Main Layangan
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Sepanjang Kanal Banjir Timur (KBT), dipenuhi warga. 

Menjelang sore hari kawasan Kanal Banjir Timur mulai dipenuhi warga untuk ngabuburit menunggu waktu buka puasa. 

Walau tidak ada fasilitas permainan, namun suasana pohon yang rindang serta semilir angin yang sejuk menjadi tempat yang asik untuk bercengkrama bersama teman-teman menunggu waktu buka puasa.

Tak ayal banyak warga yang hanya duduk dipinggiran kali, maupun bangku-bangku taman yang tersedia disana sampi menikmati sore hari.

Di lain sisi, ternyata Kanal Banjir Timur (KBT) juga menjadi tempat anak-anak bermain layang-layang untuk menunggu waktu berbuka puasa.

Seperti yang dilakukan oleh Dino (12) , Arsyad (10), Putra (10).

Ketiga remaja tersebut tanpa asik mengulurkan benang layangan supaya layangan semakin tinggi.

Namun, bermain layang-layang tak hanya dilakukan oleh mereka banyak diantar pria dewasa juga turut serta bermain di area tersebut.

"Emang biasa main disini kalo sore, sambil nunggu buka puasa, baru kalo udah mau Maghrib , pulang," kata Arsyad.

Menurutnya, layang-layang tersebut dijual di sekitar area BKT dengan harga Rp 5.000 dan beberapa benang layangan seharga Rp 10.000. 

Tanpa adanya gangguan tiang listrik, atau pun gedung bertingkat menjadikan  KBT menjadi lokasi yang pas untuk bermain layang-layang.

"Kalo di sini lebih enak, ngak ada pohon-pohon tinggi, jadi mau main layakan juga bebas," katanya.

Selain itu, Rahmat Nur Awi (38) salah satu warga mengungkapkan bahwa dirinya memilih KBT untuk ngabuburit karena kondisinya yang sejuk. Sehingga dirasa pas sebagai tempat ngabuburit.

"Kalo di sini lebih enak ya, ngadem, walaupun yang diliat kali, tapi ya lihat kondisi kayak gini udah enak aja, jadi ngak berasa laper," kata Rahmat.

Pedagang-pedagang makanan memang terlihat jarang di KBT, hanya beberapa titik saja para pedagang makanan yang berjualan. Warga yang datang ke KBT memang bukan untuk mencari takjil melainkan untuk bersantai menjelang Maghrib.

"Kalo di sini kebanyakan buat ngadem doang, paling kalo anak-anak sekolah nongkrong, atau gak yang lain main layangan, dan untuk yang jualan jarang, ada di seberang tapi ngak terlalu banyak," katanya.

Selain Rahmat, ternyata KBT dianggap tempat favorit bagi pengendara ojek online seperti yang dilakukan oleh Ilham (30).

Pria yang tinggal dikawasan Bekasi ini mengaku baru pertama kali berhenti di KBT untuk menunggu waktu buka puasa.

"Kebetulan aja tadi lewat karena kan kalo lewat Kalimalang jam segini macet jadi nunggu buka baru jalan cari orderan, lagian biasanya banyak juga pengemudi yang singgah, untuk istirahat," katanya.

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved