Breaking News:

Aktivis Wujudkan Indonesia Pasca Jokowi karena Tidak Tepati Janji

Kalangan yang kecewa dengan pemerintahan Joko Widodo karena dinilai gagal telah membentuk Indonesia Pasca Jokowi (IPJ).

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Gede Moenanto
Warta Kota/Rangga Baskoro
Kalangan masyarakat membentuk gerakan yang disebut IPJ, yang akan menjadi sebuah wadah untuk menampung aspirasi masyarakat. 

SEJUMLAH kalangan yang kecewa dengan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) karena dinilai gagal telah membentuk Indonesia Pasca Jokowi (IPJ)

Aktivis Tionghoa Lieus Sungkharisma menyebut, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) masuk dalam kategori pemerintahan gagal karena mengingkari janji kampanye saat Pilpres 2014 lalu.

"Pemerintahan gagal karena bukan hanya tak mampu merealisasikan janji-janji kampanyenya, namun justru melanggarnya. Sehingga sejak awal memimpin, kehidupan negara menjadi selalu gaduh, karena Presiden Jokowi ingkar terhadap janji kampanye sendiri," kata Lieus dalam konferensi persnya di Jakarta Pusat, Senin (28/5/2018)

Adapun sejumlah janji kampanye yang tidak ditepati Jokowi, diungkapkan Lieus, seperti janji menyusun kabinet ramping, akan menjadikan pertumbuhan ekonomi 8 persen, mencetak 10 juta lapangan kerja, dan menghentikan daging impor.

Selain itu, lanjut Koordinator Koordinator Forum Aspirasi Indonesia ini, Jokowi juga tidak mampu memenuhi janjinya untuk menjadikan kurs rupiah di bawah 10.000/dolar AS.

Selain itu, lanjut Lieus, masih banyak lagi janji presiden Jokowi yang belum dijalankan seperti pada bidang kelautan, infrastruktur, pertahanan negara, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.

Berdasarkan hal tersebut, Lieus mengaku, bersama para aktivis yang peduli pada nasib bangsa dan negara, mereka menginisiasi pembentukan gerakan yang disebut IPJ, yang akan menjadi sebuah wadah untuk menampung aspirasi masyarakat.

"Aspirasi dari rakyat akan akan disusun menjadi sebuah konsep tentang bagaimana presiden pengganti Jokowi mengelola negara ini ke depan, agar negara ini maju sebagaimana yang dicita-citakan para pejuang kemerdekaan RI dan para the founding fathers NKRI," ucap dia.

Lieus menyebut, IPJ tidak terafiliasi dengan partai politik manapun, dan akan mendukung capres yang berkomitmen memajukan negara, tidak gemar mengingkari janji, memiliki nasionalisme yang kuat, dan memiliki visi misi kebangsaan yang jujur bukan hanya di mulut semata (lip service).

"Konsep yang disusun IPJ, nantinya akan diserahkan kepada presiden pengganti Jokowi, dengan tujuan agar konsep itu menjadi rujukan bagi presiden pengganti Jokowi dalam mengelola pemerintahannya," urai Koordinator IPJ ini.

Selain Lieus, sejumlah tokoh yang ikut menggagas gerakan #IndonesiaPascaJokowi ini, yakni Aminudin, Zang Wei Jian, Samuel Lengkey, Gede Sirlana, Sugiyanto, H Daud Poliradja.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved