Sarana Prasarana

Pejalan Kaki Keluhkan Perluasan Pedestrian di Bekasi Lambat

Bukan hanya banyak ojol, tapi batu konblok di jalur pedestrian juga banyak yang terkelupas sehingga bisa membahayakan pejalan kaki.

Pejalan Kaki Keluhkan Perluasan Pedestrian di Bekasi Lambat
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Batu konblok terkelupas di pedestrian di dekat Stasiun Bekasi, Jalan Djuanda, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Minggu (27/5/2018). 

WARTA KOTA, BEKASI--- Pejalan kaki di Kota Bekasi mengeluhkan lambatnya perluasan penataan pedestrian di sejumlah ruas jalan protokol di Kota Bekasi.

Dari sejumlah ruas protokol yang ada di kota tersebut, penataan pedestrian justru dilakukan di tempat yang sepi pejalan kaki.

Salah seorang pejalan kaki, Andri Ananta (34) menilai, seharusnya penataan pedestrian dilakukan di tempat yang ramai pejalan kaki.

Contohnya, perluasan trotoar seharusnya dilakukan di dekat Stasiun Kranji di  Jalan Sudirman dan Stasiun Bekasi di Jalan Djuanda.

"Ini, pemerintah malah membangun pedestrian di Jalan Rawa Tembaga atau di belakang Plaza Pemerintah Kota Bekasi. Padahal di sana jumlah pejalan kaki sangat sedikit atau mungkin tidak ada sama sekali," kata Andri, Minggu (27/5/2018).

Baca: Menyedihkan, Bekasi Tidak Punya Rencana Induk Pembangunan Pedestrian

Andri mengatakan, pemerintah harus mengedepankan skala prioritas dalam setiap melakukan pembangunan.

Jika kegiatan pembangunan dianggap tidak perlu atau tidak berdampak untuk orang banyak, sebaiknya ditunda bahkan dihapus dari rencana penataan infrastruktur.

"Bagaimanapun juga yang merasakan pembangunan adalah masyarakat. Sebelum melakukan pembangunan, harusnya pemerintah melakukan kajian dulu, jangan main asal terserap saja anggarannya," ujar Andri.

Pendapat senada diungkapkan, Fitri (29), pejalan kaki lainnya. Dia kerap kesulitan berjalan kaki terutama setelah turun dari kereta rel listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bekasi.

Di ruas jalan pedestrian, kata dia, sangat banyak ojek online (ojol) yang mangkal.

"Bukan hanya banyak ojol, tapi batu konblok di jalur pedestrian juga banyak yang terkelupas sehingga bisa membahayakan pejalan kaki," katanya. 

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved