Eksklusif Wartakota

Nasihat Kakek Pendiri Masjid Tua di Joglo Ini Kepada Anies Bikin Netizen Menangis

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mendapatkan nasihat khusus dari seorang kakek yang tinggal di daerah Joglo, Jakarta Barat.

Nasihat Kakek Pendiri Masjid Tua di Joglo Ini Kepada Anies Bikin Netizen Menangis
instagram
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ramlan Mardjoened, salah satu pendiri Masjid As Salam, Joglo, Jakarta Barat, yang juga teman kakek Anies. 

"Saat Kakek wafat dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Pak Ramlan adalah orang yang sibuk mengatur semua urusan," ujar Anies.

Ketika Anies akan meninggalkan masjid tua itu, ia pun menghampiri kakek Ramlan yang duduk di kursi roda dan kemudian berjongkok untuk berpamitan.

Saat itulah, kakek atau Engkong (Betawi) Ramlan memegang pundak Anies sambil memberikan nasihat.

"Anies, Tabassumuka Fii Wajhi Akhiika Shodaqoh. Senyummu di hadapan saudaramu adalah shadaqah. Kakekmu dahulu sering mengatakan hadits itu pada saya. Sekarang saya teruskan ke Anies," ujar Engkong Ramlan seperti ditulis Anies

Kakek Ramlan kemudian melanjutkan, "Saya lihat Anies selalu senyum meski dicaci. Saya jadi ingat pada Kakek dan pada hadits yg sering Allahyarham katakan. Jadi, pesan saya, Anies terus senyum ya, apapun yang dikatakan orang.”

Begitu kira-kira pesannya. “Insya Allah, Pak,” jawab Anies sambil beri senyum hormat pada beliau.

Inilah cerita Anies tentang nasihat dari seorang kakek pendiri masjid di Joglo, Jakarta Barat.

@aniesbaswedan: “Pak, ada sahabat Kakeknya Pak Anies menunggu di dalam,” begitu kata pengurus Masjid As Salam di Joglo, Jakarta Barat. Tadi siang hadir jumatan dan peresmian renovasi total masjid itu.
.
Saya tanya pada pengurus itu, “Siapa namanya? dan dijawab, “Pak Ramlan Mardjoened, beliau salah satu pendiri Masjid ini.”
.
Begitu masuk Masjid, terlihat di bagian belakang sosok yang saya kenal sejak masa kecil dahulu, seorang aktivis, dai senior. Beliau nampak ceria dan cerah walau sudah terduduk di kursi. Saya menghampiri, kita berpelukan. Sudah lama sekali tidak berjumpa.
.
Saat Kakek wafat dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Pak Ramlan adalah orang yang sibuk mengatur semua urusan.

Beliau dan istri sering bersama dengan Kakek-Nenek pada masa itu. Dua pasangan itu berbeda usia cukup jauh, tapi bersahabat dekat.

Dan setiap lebaran, Pak Ramlan sekeluarga pasti ada di rumah Kakek-Nenek. Itu adalah masa-masa saya masih duduk di bangku SMA dan kuliah.

Halaman
1234
Penulis: Suprapto
Editor: Suprapto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved