Kata Kabareskrim, Kasus Remaja Pengancam Jokowi Bisal Diselesaikan di Luar Persidangan

Berdasarkan penuturan Ari, terdapat Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

Kata Kabareskrim, Kasus Remaja Pengancam Jokowi Bisal Diselesaikan di Luar Persidangan
Istimewa
Pria yang penghina dan mengancam Presiden RI Joko Widodo. 

RJ (16), remaja yang mengancam menembak Presiden Joko Widodo, berpotensi tak akan menjalani proses pidana, dan perkaranya bisa diselesaikan di luar persidangan.

Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan, lantaran pelaku masih di bawah umur, maka kasunya dapat diselesaikan di luar persidangan.

"Penanganan terhadap anak itu bisa diversi (penyelesaian perkara di luar persidangan)," ujar Ari usai acara buka puasa bersama di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (24/5/2018).

Baca: Polisi Jemput Remaja yang Ancam Tembak Jokowi dari Rumahnya di Kembangan

Berdasarkan penuturan Ari, terdapat Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

Jenderal bintang tiga itu juga menjelaskan bahwa pelaku masih di bawah umur dan berstatus pelajar. Namun, Ari enggan berkomentar lebih lanjut terkait proses ataupun hal yang terkait dengan S.

"Memang ada UU Perlindungan Anak, kita tidak akan laksanakan hukuman kecuali ancaman hukuman di atas lima tahun," jelasnya.

Baca: Cara Terbaik Dapatkan Informasi dari Narapidana Terorisme, Benny Mamoto: Rebut Hatinya

Sebelumnya, video aksi pria bertelanjang dada yang melecehkan dan mengancam Presiden sambil memegang foto Jokowi, beredar viral.

Dalam video berdurasi 19 detik itu, pria berkacamata dan bertubuh kekar tersebut mengeluarkan kata-kata kasar sambil menunjuk foto Jokowi. Bahkan, pria tersebut menantang Jokowi untuk bisa menangkapnya.

"Gue tembak loe ye. Jokowi gila, gua bakar rumahnya. Presiden gua tantang cari gua 24 jam, kalau nggak loe temuin gua, gua yang menang," ujar RJ dalam video tersebut.

RJ kemudian dijemput polisi dari kediaman orangtuanya dan menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. (Vincentius Jyestha)

document.addEventListener("DOMContentLoaded", function(event){ var cekclassread = document.getElementsByClassName("txt-article")[0]; if(cekclassread != undefined){ var content = document.getElementsByClassName("txt-article")[0].innerText; var gpt_safe = content.match(/\b(ak47|al jazeera|al qaeda|allah|Assad|bahan kimia|bencana|boikot|corona|covid-19|fatal|ganti rugi|gejala|gugur|hoax|hukuman|jokowi|kecelakaan|kejadian|keras|komplain|Kondom|kontroversi|korban|kriminal|palsu|pembunuhan|pemerkosaan|penyakit|peristiwa|pidana|polisi|porno|prabowo|racun|rasis|rasisme|seks|tersangka|viral|virus)\b/i); if(gpt_safe){ safe = 'no'; } else{ safe = 'yes'; } var keyword1 = content.match(/\b(virus|corona|pneumonia|paru-paru|karantina|demam|wabah|sesak napas|Wuhan|sesak dada|rs darurat|epidemic|pandemic|status darurat|SARS|corona virus|jangkit|covid|batuk|covid-19|MERS|penyebaran|penularan|patogen|CoV|Viruses|Korona|nCOV|isolasi diri|masker|terinfeksi|infeksi|mati|kematian|positif corona|lockdown|orang dalam pemantauan (ODP)|pasien dalam pengawasan (PDP)|suspect|sakit tenggorokan)\b/i); if (keyword1) { keyword_targetting1 = 'yes';} else { keyword_targetting1 = 'no';} }else{ safe = 'yes'; keyword_targetting1 = 'no'; } console.log('safe_branding =' + safe); googletag.pubads().setTargeting('safe_branding', safe); console.log('keyword_targetting1 =' + keyword_targetting1); googletag.pubads().setTargeting('keyword_targetting1', keyword_targetting1); });
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved