Pemagaran Lahan, Pengaman Rumah Dinas yang Sudah Kosong

Buntutnya warga yang sudah puluhan tahun menempati rumah dinas milik Kementerian Agama RI protes saat tempatnya diambil alih.

Penulis: Zaki Ari Setiawan | Editor:
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Buah dari konflik tersebut, warga Pisangan, Ciputat, Tangerang Selatan, mengadakan unjuk rasa di depan Polsek Ciputat, Rabu (23/5/2018). 

WARTA KOTA, TANGERANG---Konflik lahan di areal Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sudah berlangsung lama.

Buntutnya warga yang sudah puluhan tahun menempati rumah dinas milik Kementerian Agama RI protes saat tempatnya diambil alih.

Buah dari konflik tersebut, warga Pisangan, Ciputat, Tangerang Selatan, mengadakan unjuk rasa di depan Polsek Ciputat, Rabu (23/5/2018).

Baca: DPR Sebut Uang Sewa Lebih Efektif daripada Rumah Dinas

Aksi tersebut dilakukan lantaran polisi menangkap empat warga yang diduga melakukan perusakan pagar besi yang merupakan aset UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kasubag Umum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Encep Dimyati, mengatakan, perihal pagar besi yang dirusak adalah untuk pengaman rumah dinas yang sudah kosong dan dikembalikan oleh penghuni kepada negara.

“Dalam rangka pengendalian dan pengamanan aset tanah sesuai ketentuan perundang-undangan, UIN melakukan pemagaran di kawasan rumah dinas milik Kementerian Agama,” katanya.

Penangkapan empat warga tersebut dilakukan setelah pihak UIN melayangkan laporan perusakan pagar besi pada tanggal 16 April 2018.

Sementara itu, Yogi Setiawan, koordinator unjuk rasa, mengatakan, sengketa tanah tersebut belum final karena masih dalam tahap peninjauan kembali (PK) di pengadilan.

Baca: Hampir Rp 5 Triliun Buat Bangun Belasan Ribu Rumah Dinas TNI

"Terkait proses sengketa yang masih berjalan di pengadilan. Sedang dalam posisi PK, dan memiliki putusan tahun 1977 yang menyatakan (tanah) milik warga," kata Yogi.

Kementerian Agama sudah meminta kepada penghuni untuk mengosongkan rumah dinas sejak tahun 2011 karena sudah ditempati oleh penghuni yang tidak berhak.

Sampai saat ini sudah ada 90 dari 171 rumah dinas yang dikembalikan kepada negara.

Pengembalian tersebut rencananya akan digunakan sebagai pengembangan sarana pendidikan dan pengajaran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved