Nyaris Tiga Pekan Angkot Ber-AC di Bekasi Raib, Pelanggan Merasa Kehilangan

Pelanggan angkutan perkotaan (angkot) berpenyejuk udara (AC) di Kota Bekasi, mempertanyakan keberadaan armada tersebut di wilayah setempat.

WARTA KOTA/FITRIYANDI AL FAJRI
Angkot ber-AC K-02 jurusan Pondok Gede-Terminal Induk Bekasi. 

PELANGGAN angkutan perkotaan (angkot) berpenyejuk udara (AC) di Kota Bekasi, mempertanyakan keberadaan armada tersebut di wilayah setempat.

Hampir tiga pekan, angkot bernomor K-02 jurusan Pondokgede-Terminal Induk Bekasi ini 'menghilang' dari trayeknya.

Nita (41), salah satu penumpang angkot AC yang biasa naik dari Pekayon menuju tempat kerjanya di Pasar Pondok Gede ini sempat terheran, karena angkot AC yang ditunggu tidak pernah datang kembali.

Baca: Jokowi: Terorisme Harus Diperangi dengan Cara Luar Biasa

"Biasanya jam 7 pagi sudah ada, tapi saya tunggu sampai 15 menit tidak ada juga. Ya sudah saya naik angkot yang biasa saja," kata Nita, Kamis (24/5/2018).

Nita mengatakan, keberadaan angkot AC sangat memberikan kenyamanan kepada penumpang, terutama kaum perempuan, karena sopir dan penumpang kini tidak bisa lagi merokok di dalam kendaraan, ditambah hawa sejuk di dalam mobil.

"Soal tarif juga tidak terlalu mahal, hanya berbeda Rp 1.000 sampai Rp 2.000 dengan angkot lain yang memiliki jurusan sama," tuturnya.

Baca: Komnas HAM Tolak Teroris Dihukum Mati

Nita mengaku sempat mempertanyakan keberadaan angkot AC kepada sopir angkot lainnya. Namun, mereka menyebut bahwa angkot tersebut dibawa kabur oleh sopirnya sendiri.

Pemilik angkot, kata dia, bahkan telah mencari sopir tersebut bersama rekannya.

"Saya sih berharap agar angkot AC kembali diadakan, karena sangat nyaman naik angkot itu," ujarnya.

Angkot ber-AC K-02 jurusan Pondok Gede-Terminal Induk Bekasi.
Angkot ber-AC K-02 jurusan Pondok Gede-Terminal Induk Bekasi. (WARTA KOTA/FITRIYANDI AL FAJRI)

Pujiastuti (35) menambahkan, tarif yang dipatok pemilik angkot AC sangat terjangkau dibanding naik ojek online. Untuk jarak dekat, tarifnya hanya Rp 3.000 per orang, sedangkan jarak jauh Rp 6.000.

Dia mengaku terbantu dengan keberadaan angkot ini, karena ongkos murah dan perjalanannya menjadi nyaman.

"Rumah saya di Jatiasih dan lokasi kerja di Ruko Sentra Niaga, Bekasi Selatan. Kalau naik ojek online bisa kena Rp 15 ribu, tapi kalau naik angkot AC hanya Rp 5.000," ungkapnya.

Baca: Pemberitaan Rentan Dijadikan Sarana Komunikasi Teroris

Puji berharap pemerintah kembali menambah jumlah armada ini. Sebab, yang dibutuhkan masyarakat adalah transportasi yang murah namun nyaman dan aman.

"Bagi kita yang kaum perempuan, kenyamanan dan keamanan tentunya nomor satu. Kalau pun lebih mahal dibanding yang biasa (konvensional), ya tidak apa-apa," paparnya. (*)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved