Modus Bank Mandiri Dibobol Hampir Rp 2 Triliun dengan Melibatkan Karyawan

TAB merekayasa persyaratan sebagai debitur Bank Mandiri Commercial Banking Center Bandung I dan melibatkan karyawan.

Modus Bank Mandiri Dibobol Hampir Rp 2 Triliun dengan Melibatkan Karyawan
Kompas.com
Terdapat sejumlah oknum dari Bank Mandiri yang terlibat, mulai dari karyawan biasa hingga di tataran manajer atau penanggung jawab. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mendapati total kerugian negara dari kasus pembobolan Bank Mandiri oleh PT Tirta Amarta Bottling Company (TAB) sebesar Rp 1,8 triliun.

Kasus ini bermula pada 2015 lalu, di mana TAB diduga merekayasa persyaratan sebagai debitur Bank Mandiri Commercial Banking Center Bandung I dan turut melibatkan sejumlah karyawan Bank Mandiri.

"Perhitungan kerugian negara dari dokumen yang kami terima itu berkembang dari yang sebelumnya disampaikan sekitar Rp 1,4 triliun sekarang sudah dihitung secara utuh menjadi Rp 1,8 triliun," kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Adi Toegarisman, saat menerima laporan hasil pemeriksaan kerugian negara dari BPK di kantornya, Senin (21/5/2018).

Adi menjelaskan, tambahan Rp 400 miliar dari perhitungan awal kerugian negara sebesar Rp 1,4 triliun merupakan bunganya.

Sehingga, hitungan kerugian negara dari BPK sebesar Rp 1,8 triliun adalah pokok utang plus bunganya dari kasus tersebut.

Dalam kasus ini, Kejaksaan Agung juga sudah menahan Direktur PT TAB, Rony Tedy.

Rony berperan mengajukan perpanjangan dan tambahan fasilitas kredit kepada Bank Mandiri dengan salah satu syaratnya menjaminkan sejumlah aset perusahaan serta laporan keuangan perusahaan yang diklaim positif.

Namun, belakangan, dana pinjaman yang seharusnya hanya untuk kepentingan kredit investasi dan kredit modal kerja itu digunakan untuk keperluan lain.

Selain Rony, Kejagung juga menetapkan lima orang tersangka lain.

"Dalam waktu dekat, kami akan lanjutkan ke tahap penuntutan. Akan disampaikan ke pihak penuntutan. Kami jadwalkan dalam minggu ini harus sudah ke tahap penuntutan," kata Adi. (Andri Donnal Putera)

Halaman
1234
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved