VIDEO: Proses Pembuatan Al Quran Braille di Yayasan Raudlatul Makfufin
Saat ini pihak yayasan memiliki dua mesin cetak yang didatangkan langsung dari Norwegia, mesin cetak braille tersebut merupakan hibah dari Kemenag.
Penulis: Zaki Ari Setiawan | Editor: Ahmad Sabran
Menjadi penyandang disabilitas bukan merupakan halangan untuk bisa mendekatkan diri ke Tuhan apalagi untuk mengamalkan kewajibannya.
Salah satu kewajiban umat Muslim adalah membaca Al Quran sebagai kitab sucinya. Namun bagi penyandang disabilitas, terkadang hal tersebut akan sulit jika menggunakan Al Quran pada umumnya.
Yayasan Raudlatur Makfufin sebagai yayasan yang mengakomodir para penyandang tunanetra memiliki mesin percetakan Al Quran braille sendiri untuk membantu para penyandang tuna netra dalam membaca dan memaknai Al Quran.
Terletak di Jalan Haji Mamat Gang. Masjid No 10A, Kampung Jati, Buaran, Serpong, Tangerang, Yayasan Rauldatur Makfufin bisa mencetak sampai 150 set Al Quran satu bulannya.
“Kita sehari bisa cetak sampai lima set Al Quran,” ucap Kepala Koordinator Percetakan, Wahyu, Senin (21/5/2018).
Satu set Al Quran braile yang dikeluarkan oleh Yayasan Raudlatur Makfufin berisikan 30 buku yang berarti 30 juz.
Al Quran hasil cetak Yayasan Raudlatur menurut penuturan kepala koordinatornya sudah disebarkan ke seluruh Indonesia, “ke Kalimantan, ke Jawa Timur, ke seluruh Indonesia lah yang pesan ke kita,” katanya.
Saat ini pihak yayasan memiliki dua mesin cetak yang didatangkan langsung dari Norwegia, mesin cetak braille tersebut merupakan hibah dari Kemenag.
Yayasan Raudlatur Makfufin sendiri juga memiliki jumlah santri sebanyak empat belas murid saat ini. Para santri diajarkan ilmu agama dan mata pelajaran lainnya dengan buku yang sudah braile untuk memudahkan santri-santrinya.