25 Persen Orangtua Keluhkan Persyaratan Imunisasi

TERCATAT sebesar 25 persen orangtua mengeluh anaknya belum diimunisasi, dan penyebabnya adalah persyaratan administrasi imunisasi.

25 Persen Orangtua Keluhkan Persyaratan Imunisasi
warta kota/nur ichsan
20180124 Imunisasi Difteri4 

TERCATAT sebesar 25 persen orangtua mengeluh anaknya belum diimunisasi, dan penyebabnya adalah persyaratan administrasi imunisasi.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sopan Adrianto, mengungkapkan hal itu cukup banyak disampaikan para orangtua Peserta Didik Baru (PPBD), baik tingkat Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD).

"Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya bahwa hampir kurang lebih sekitar 25 persen keluhan orangtua yang mendaftar, terutama kesulitannya adalah tidak melengkapi atau belum terlengkapnya kartu imunisasi tersebut. Nah berangkat dari itu maka tahun ini akan kita benahi yang penting adalah tadi usia sekolah itu wajib sekolah," ungkapnya kepada wartawan di Balaikota, Gambir, Jakarta Pusat pada Senin (21/5/2018).

Menanggapi keterangan Sopan, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Koesmedi Priharto menyebut imunisasi telah dilakukan menyeluruh kepada seluruh warga Ibukota. Kendala utama mengapa imunisasi belum menyentuh seluruh anak katanya lebih dikarenakan enggannya orangtua menyerahkan anaknya untuk diberikan vaksin.

"Imunisasi di Jakarta memang sudah mendekati bagus, walaupun memang masih ada beberapa orang masyarakat yang belum mau diimunisasi. Namun demikian, dengan program yang sedang kita rangkai itu akan menjaring mulai dari pasangan sebelum menikah, menikah hingga anaknya lahir sudah kita beri penyuluhan. Semuanya dalam OK O-care," jelasnya.

Sementara itu, terkait pelaksanaan teknis apabila terdapat anak yang belum mendapatkan imunisasi ketika mendaftar sekolah, Koesmedi menerangkan para orangtua tidak perlu khawatir. Sebab, pendataan akan dilakukan, sehingga imunisasi dapat segera diberikan kepada anak di sekolah ataupun puskesmas sesuai domisili warga.

"Tadi dari Dinas Pendidikan keluhannya adalah pada waktu pendaftaran itu (orangtua) tidak bisa menunjukkan kartu imunisasi (anak), sedangkan waktu pendaftaran itu sangat pendek sekali. Jadi kita sudah mengambil kesempatan dalam hal ini, artinya orang-orang yang tidak terimunisasi itu juga akan terjaring oleh kita. Dia juga mendapatkan fasilitas dapat sekolah, imunisasi pun kita berikan," tutupnya menambahkan.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved