Aksi Terorisme

Muncul Petisi Jangan Jadikan Alquran Sebagai Barang Bukti, Ini Respons Polri

Petisi permintaan kepada Polri agar Alquran tak dijadikan barang bukti tindak pidana terorisme, muncul di lawam www.change.org.

Muncul Petisi Jangan Jadikan Alquran Sebagai Barang Bukti, Ini Respons Polri
bisnisaceh.com
Ilustrasi 

SEBUAH petisi permintaan kepada Polri agar Alquran tak dijadikan barang bukti tindak pidana terorisme, muncul di lawam www.change.org.

Petisi ini ditujukan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan cukup banyak yang menandatanganinya.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto pun mengatakan pihaknya akan menerima hal ini sebagai evaluasi ke depan. Ia juga berterima kasih atas adanya masukan kepada Korps Bhayangkara.

Baca: Kata Sandiaga Uno, Prabowo Subianto Kurangi Berat Badan Hingga 8 Kilogram

"Nanti kami evaluasi. Terima kasih masukannya. Akan kami evaluasi," ujar Setyo di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018).

Sebelumnya, muncul sebuah petisi 'Alquran Bukan Barang Bukti Kejahatan' di situs www.change.org. Dalam laman situs, diketahui petisi ini dibuat pada Kamis (17/5/2018) kemarin.

Si pembuat petisi menyatakan kekecewaannya pada polisi yang beberapa kali menyebut Alquran sebagai barang bukti kejahatan terorisme. Hingga Jumat pukul 14.00, petisi itu sudah ditandatangani 1.500 orang. Berikut ini isi lengkap petisi tersebut.

Baca: Jokowi Lawan Prabowo Subianto Jilid Dua, Sandiaga Uno Ibaratkan Pertarungan David Vs Goliath

"Banyak sekali pemberitaan yang menyebutkan bahwa aparat menyita Alquran yang ditemukan di TKP sebagai barang bukti kejahatan, terutama terorisme. Kejadian ini telah dilakukan bertahun-tahun.

Wahai aparat penegak hukum; Alquran adalah kitab suci umat Islam. Alquran adalah wahyu Allah Swt. Adalah tidak pantas dan tidak benar menjadikan Alquran sebagai barang bukti kejahatan. Ada banyak barang yang ditemukan di suatu TKP yang tidak terkait dengan kejahatan yang terjadi, tetapi mengapa Alquran yang suci itu dikelompokkan ke dalam barang bukti? Bukankah dalam setiap persidangan terorisme, tidak pernah Alquran dijadikan bukti valid yang mendukung tindakan teroris tersebut? Mengapa kesalahan hina ini terus menerus dilakukan. Untuk apa?

Saat Anda, wahai aparat penegak hukum atau siapa saja, menemukan Alquran yang mulia di TKP kejahatan; segeralah muliakan dengan mengambilnya dalam keadaan bersuci lalu wakafkanlah ke masjid terdekat. Itu adalah tindakan yang bermoral, mulia, dan benar. Tidak ada manfaatnya menyatukan Alquran dengan sekelompok barang bukti kejahatan lainnya.

Kaum muslim, atau para pemerhati agama dan moralitas, mari kita bersatu menyuarakan penghentian perendahan pada Alquran.

Semoga berkah Ramadhan 1439 H, bulan Alquran ini, menjadi momentum kita semua untuk membela Alquran." (Vincentius Jyestha)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved