Aksi Terorisme

Imam Besar Masjid Istiqlal: Jihad Itu Bukan untuk Mematikan, tapi Menghidupkan Orang

"Jihad menghidupkan jiwa-jiwa yang kering, menghidupkan perekonomian yang lemah, dia menghidupkan fakir miskin menjadi semangat hidup," tutur Umar.

Imam Besar Masjid Istiqlal: Jihad Itu Bukan untuk Mematikan, tapi Menghidupkan Orang
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto bersilaturahmi dengan imam besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (11/4/2018). 

MARAKNYA aksi teror yang belakangan terjadi di Indonesia, menuai keprihatinan dan kekhawatiran di masyarakat. Terlebih, para pelaku kerap menggunakan istilah jihad dalam melakukan aksinya.

Atas keresahan yang terjadi di tengah masyarakat itu, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar ikut angkat bicara.

Nasaruddin Umar mengatakan, esensi jihad yang digunakan oleh para pelaku terorisme salah kaprah. Sebab, di dalam Agama Islam tidak dibenarkan bagi seseorang untuk membunuh orang lain.

Baca: Polwan Berkebaya Atur Lalu Lintas, Pengendara: Kalau Ditilang yang Cantik-cantik Gini Mah Pasrah Aja

"Jadi jihad itu sesungguhnya bukan untuk mematikan seseorang, tapi untuk menghidupkan seseorang," ucap Umar di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (16/5/2018).

Umar menjelaskan, jihad dalam Agama Islam bukan untuk menciptakan ketakutan maupun pesimisme di masyarakat.

"Jihad menghidupkan jiwa-jiwa yang kering, menghidupkan perekonomian yang lemah, dia menghidupkan fakir miskin menjadi semangat hidup," tutur Umar.

Baca: Kartini Masa Kini, Jadi Pengemudi Ojek Online demi Anak Bisa Sekolah Tinggi

Bertepatan dengan momen Ramadan, Umar meminta masyarakat dapat membangkitkan semangat jihad dalam arti sebenarnya.

"Semua bisa menikmati dampak positifnya Ramadan, bukan hanya Agama islam, tapi seluruhnya," ucap Umar. (Yanuar Nurcholis Majid)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved