Rampung, 1.644 Ton Sampah Diangkut dari Kolong Tol Wiyoto Wiyono

Tumpukan sampah itu berhasil diselesaikan setelah berjibaku selama 28 hari tepatnya sejak Rabu (18/4/2018).

Rampung, 1.644 Ton Sampah Diangkut dari Kolong Tol Wiyoto Wiyono
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Tumpukan sampah di kolong Tol Ir Wiyoto Wiryono tepatnya di Jalan Warakas 1, Gang 23, RT 11 RW 08, Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sudah bersih. 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK---Tumpukan sampah di kolong Tol Ir Wiyoto Wiyono tepatnya di Jalan Warakas 1, Gang 23, RT 11 RW 08, Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, akhirnya berhasil diatasi dengan total 1.644 ton sampah, Selasa (15/5/2018).

Basrudin, Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Tanjung Priok, mengatakan, tumpukan sampah itu berhasil diselesaikan setelah berjibaku selama 28 hari tepatnya sejak Rabu (18/4/2018).

Baca: Bahayanya Sampah Plastik yang Timbulkan Polusi

"Sampah yang berhasil kami angkut, totalnya ada sebanyak 1.644 ton. Tumpukan sampah itu kemudian dibuang ke Bantargebang, Bekasi, yang mencapai 231 rit truk sampah," kata Basrudin, Rabu (16/5/2018).

Penanganan tumpukan sampah di kolong tol tersebut tidak mudah.

Baca: Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan Menggencarkan Sosialisasi Program Sampah Barang Elektronik

Pasalnya akses jalan menuju lokasi sangat sempit sehingga tidak bisa menggunakan alat berat dan truk sampah berukuran besar.

"Jadi sampah itu diangkut dengan menggunakan germor (gerobak motor) dan gerobak untuk dibawa memakai truk yang telah disediakan. Setiap harinya ada banyak petugas gabungan yang melakukan pengangkatan sampah, kira-kira 60-300 orang," katanya.

Baca: VIDEO: Baru Dibersihkan, Kolong Tol Jadi Tempat Buang Sampah Lagi

Selanjutnya setelah pembersihan, pihaknya akan mengerahkan beberapa petugas di lokasi untuk melakukan pengawasan secara berkala. Sehingga kondisi serupa tidak terulang lagi dikemudian hari.

Namun demikian, Basrudin berharap kepada pengelola jalan tol melakukan penutupan dengan pagar supaya lokasi tersebut tidak kembali dijadikan tempat pembuangan sampah.

"Kalau tidak dilakukan penutupan, kebersihan kolong tol tentunya tidak bisa terjamin. Kami berharap adanya kerjasama dari semua pihak untuk menjaga supaya tidak terulang kembali," katanya.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved