Breaking News:

TPST Bantar Gebang

Pemkot Bekasi Talangi Uang Bau DKI Jakarta Rp 10 Miliar untuk Warga Bantar Gebang

Melihat postur keuangan daerah saat ini, sehingga kita hanya mampu menalangi uang kompensasi bau untuk triwulan pertama saja.

Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Warga Bantar Gebang mendatangi kantor pengelola TPST Bantar Gebang untuk menuntut uang kompensasi Bau, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Rabu (16/5/2018). 

WARTA KOTA, BEKASI---Pemerintah Kota Bekasi berencana menalangi uang kompensasi bau warga di sekitar Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang.

Alasannya, selama lima bulan ini , sebanyak 18.000 kepala keluarga (KK) di Bantar Gebang belum menerima uang kompensasi bau yang dijanjikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Asisten Daerah III Kota Bekasi, Dadang Hidayat berjanji, dana akan diterima warga setempat pada Jumat (18/5/2018) mendatang.

Dia mengaku, sudah berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mengenai uang talangan kompensasi bau ini.

"Hari ini dibuat nota untuk pencairan oleh BPKAD, insya Allah pada lusa (Jumat, 18/5/2018) dana sudah diterima ke rekening warga masing-masing," kata Dadang di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Rabu (16/5).

Baca: Puluhan Warga Geruduk Kantor TPST Bantar Gebang Tuntut Uang Bau

Meski dibantu pemerintah daerah, namun Kota Bekasi hanya mampu menalangi uang bau untuk triwulan pertama saja yang diprediksi menelan biaya Rp 10 miliar.

Sedangkan untuk triwulan kedua, tetap diserahkan kepada Pemprov  DKI Jakarta sebagai bentuk tanggung jawab.

"Melihat postur keuangan daerah saat ini, sehingga kita hanya mampu menalangi uang kompensasi bau untuk triwulan pertama saja," ujarnya.

Baca: Kunjungi Bantar Gebang, Ridwan Kamil Sebut Harus Bicara dengan Pemprov DKI

Menurut dia, pemberian dana talangan sebelumnya pernah terjadi pada tahun lalu. Saat itu, Kota Bekasi menalangi pembayaran uang kompensasi bau sekitar Rp 64 miliar untuk warga Bantar Gebang.

"Untu tahun ini, alokasi yang kompensasi bau yang diterima Kota Bekasi berkisar Rp 138 miliar," ujarnya. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved