Ramadan 2018

Baru Sampai Jakarta Ngatiyem Langsung Berbagi Lokasi Mengemis dengan Keluarga

PMKS ini berada di sekitar tempat ibadah, jembatan penyeberangan orang dan lampu merah yang ada di Jakarta.

Baru Sampai Jakarta Ngatiyem Langsung Berbagi Lokasi Mengemis dengan Keluarga
WARTA KOTA/PANJI BASKHARA RAMADHAN
Anggota Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Barat mengamankan Amin (51) di bawah JPO Slipi, Jakarta Barat, Jumat (23/2/2018) malam. Dari tangan pengemis itu, petugas menemukan karung berisi pecahan uang sejumlah total Rp 2.340.000. 

"Setiap tahun sebelum puasa saya ke Jakarta. Pas baru sampai kami ke pemakaman yang di Karet itu. Soalnya kan banyak yang ziarah ya mas, banyak yang ngasih sedekahlah," ujar Ngatiyem kepada Warta Kota, Rabu (16/5/2018).

Ngatiyem pun membagi-bagi lokasi yang dijadikan tempat untuk meminta-minta dengan keluarganya yang lain.

Selasa malam (15/5/2018) ia tiba di Masjid Istiqlal karena menurutnya di sana banyak santri yang berdatangan dari luar kota.

"Di sini saya sendiri saja. Nanti malam kan teraweh pertama pasti ramai sekali mas. Mudah-mudahan nanti banyak yang ngasih sedekah. Saya sudah ada pembagian masing-masing dengan anak saya, mereka di tempat lain bukan di sini," imbuhnya.

Lebih jauh Ngatiyem bercerita bahwa banyak warga di desanya yang nekat datang ke Jakarta setiap menjelang bulan Ramadan.

Bahkan, para tetangganya sengaja direkrut dan diberangkatkan oleh seorang bos.

"Kalau saya nggak ada bos. Kalau sama bos itu harus setoran. Kita yang capek dia dapat enaknya doang," sambungnya.

Selama sekitar satu minggu berada di Jakarta, Ngatiyem sendiri sudah mengantongi uang dari hasil mengemis tidak kurang dari Rp 2.000.000.

Selain uang recehan ada juga warga yang memberinya dengan nominal yang lumayan.

"Di pemakaman ada yang kasih 5 ribu, 10 ribu, 20 ribu, dan pernah juga 50 ribu," tuturnya.

Selama menjadi pengemis di Jakarta, Ngatiyem belum pernah terjaring razia PMKS yang digelar oleh Petugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial (Sudinsos) wilayah Jakarta.

"Alhamdulillah sih belum pernah tertangkap kamtib. Kalau anak saya itu pernah, beberapa kali," ungkapnya.

Penulis:
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved