Breaking News:

Teroris Serang Gereja di Surabaya

Enam Sikap PGI Atas Peristiwa Bom Bunuh Diri di Gereja Surabaya

Peristiwa ledakan bom yang terjadi di tiga gereja di Surabaya, menuai kecaman keras dari berbagai pihak.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Joko Supriyanto
Persekutuan Gereja-gereja di lndonesia (PGI) menyampaikan dukacita mendalam kepada semua korban kekerasan dan tindak terorisme yang menimpa beberapa gereja di Surabaya. 

PERISTIWA ledakan bom yang terjadi di tiga gereja di Surabaya, menuai kecaman keras dari berbagai pihak.

Pasalnya akibat ledakan ini, sembilan orang meninggal dunia dan 40 orang mengalami luka.

Atas peristiwa tersebut, Persekutuan Gereja-gereja di lndonesia (PGI) menyampaikan dukacita mendalam kepada semua korban kekerasan dan tindak terorisme yang menimpa beberapa gereja di Surabaya hari ini.

Wakil Sekretaris Umum PGI, Krisie Gosal mengatakan turut berduka cita atas apa yang terjadi surabaya pagi tadi. Untuk itu ia berharap seluruh keluarga diberikan ketabahan.

"Semoga semua keluarga diberikan kekuatan oleh yang Maha Kuasa," kata Krisie, Minggu (13/5/2018).

Dikatakan Krisie, jika peristiwa tersebut adalah serangkaian kekerasan yang terjadi beberapa minggu ini. Untuk itu ia mennyampaikan pernyataan sikat atas insiden tersebut.

Berikut enam sikap PGI atas Peristiwa Terorisme di Surabaya:

1. Tindak kekerasan, dengan alasan apa pun, tidak akan pernah mampu menyelesaikan masalah. Dia hanya akan melahirkan lingkaran kekerasan dan pada akhirnya menuju kehancuran. Lihatlah Siria sekarang ini yang luluh lantak oleh kekerasan demi kekerasan;

2. Sesungguhnya tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan dan pembunuhan. Agama apa pun mengajarkan kemanusiaan, damai dan cinta kasih. Kesesatan berpikirlah yang membawa penganut agama melakukan kekerasan dan tindak terorisme;

3. Oleh karena itu para pemimpin agama perlu lebih serius mewaspadai munculnya para pendukung kekerasan dan tindak terorisme ini dengan berbalutkan penginjil atau pendakwah lewat kotabh-kotbah maupun pernyataannya. Program deradikalisasi BNPT akan sia-‘sia jika masyarakatjustru memberi panggung kepada para pemimpin agama yang menyebarkan paham radikalisme dan kekerasan lewat missi dan dakwah-dakwahnya. Olehnya, kami menghimbau para pemimpin agama dan masyarakat untuk tidak memberi angin dan simpati kepada pelaku kekerasan dan terorisme, apa pun motifnya.

4. Kami juga menghimbau masyarakat menghentikan penyebaran foto dan video, karena ini justru tujuan teroris, yakni menebarkan rasa takut di tengah masyarakat. Kami justru menghimbau masyarakat untuk menebarkan kasih dan rasa damai melalui ragam media;

5. Menghimbau seluruh elit politik dan masyarakat untuk menghentikan komentar yang justru memperkeruh keadaan. Janganlah menggunakan peristiwa kekerasan dan tindak terorisme ini untuk menangguk kepentingan politik dan sesaat, karena harga yang sedang dipertaruhkan adalah masa depan bangsa;

6. Kita tak perlu takut menghadapi ancaman terorisme ini tetapi menyerahkan sepenuhnya kepada penanganan oleh negara. Sementara itu, kami mendukung sepenuhnya tindakan negara dalam memberantas semua perilaku kekerasan dan aksi-aksi terorisme di tanah air tercinta.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved