Sabtu, 11 April 2026

Dikira Suara Petasan dan Kembang Api, Ternyata Baku Tembak Polisi dan Teroris

Dede melanjutkan, tak ada satupun warga yang tinggal di warung berani untuk keluar rumah.

Rumah kontrakan yang pernah ditempati oleh keluarga teroris Batti Bagus Nugaraha di RT 002 RW 05 Utan Panjang Kemayoran Jakarta Pusat, Minggu (13/5/2018). (Foto: Tribunjabar) 

WARGA yang tinggal di ruko Terminal Pasirhayam, Cilaku, Cianjur, Jawa Barat, mengira suara baku tembak di bagian belakang terminal berasal dari petasan dan kembang api.

Dilansir dari TribunJabar, warga yang terbangun di delapan ruko depan lokasi baku tembak melihat sudah banyak aparat kepolisian berjaga di depan rumah mereka.

"Kami disarankan tidak keluar rumah, kami sempat menyangka bahwa itu petasan kembang api," ujar Dede (40) warga yang tinggal di warung depan aksi baku tembak.

Menurutnya setelah instruksi tersebut, semua pemilik warung kompak mematikan lampu rumah mereka. Sedangkan suara desingan senjata api kembali terdengar, lalu senyap beberapa saat hingga akhirnya terdengar kembali.

"Setelah ada letusan beberapa kali senyap, lalu ada letusan lagi, lalu senyap kembali," imbuh Dede.

Dede melanjutkan, tak ada satupun warga yang tinggal di warung berani untuk keluar rumah. Mereka mengikuti saran dari kepolisian untuk tetap berada di dalam rumah demi keamanan.

"Tak ada satupun warga yang berani keluar rumah, semua tetap berada di dalam rumah," tambahnya.

Seorang sopir angkutan kota, Ujang (45) terpaksa menunggu hingga subuh karena dua pintu masuk terminal ditutup.

"Semalam saya mau pulang mau parkir mobil di warung, tapi ditutup karena ada penyergapan katanya," ungkap Ujang.

Ia melihat beberapa petugas sempat menghalau warga yang mulai berdatangan agar menjauh dari lokasi. Lokasi baku tembak saat ini masih dijaga aparat kepolisian. (M15)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved