Anang Hermansyah : Indonesia Darurat Terorisme!

MUSISI dan juga politikus Anang Hermansyah menilai bahwa melawan terorisme, tidak bisa mengandalkan lembaga pengamanan Indonesia saja.

Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Anang Hermansyah ketika ditemui di kawasan Car Free Day (CFD) Sudirman, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu pagi sebelum membuka store 'Asix' di kawasan Sudirman. 

MUSISI dan juga politikus Anang Hermansyah menilai bahwa melawan terorisme, tidak bisa mengandalkan lembaga pengamanan Indonesia saja.

Melainkan, untuk melawan terorisme harus dengan bersama-sama, semua pihak bergandengan tangan untuk menangkal dan membersihkan kejahatan terorisme dari oknum-oknum yang tidak menginginkan Indonesia aman.

Kejadian yang sudah terjadi di Indonesia adalah terpidana terorisme di Mako Brimob Kelapa 2, Depok, Jawa Barat, beberapa hari lalu melakukan pelawanan kepada anggota Polri.

Tidak tanggung-tanggung, 155 terpidana teroris melakukan penyanderaan terhadap anggota Polri. Dalam kasus tersebut, sekitar lima anggota Polri gugur dalam tugasnya.

Beberapa hari berselang, tepatnya Minggu (13/5/2018) pagi, terjadi aksi peledakan bom yang diduga terdapat aksi bom bunuh diri, di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, yang menimbulkan 11 korban meninggal dunia dan sekitar 40 orang luka-luka.

Menurut Anang, Indonesia dalam status 'Darurat Terorisme'. Waktu satu minggu, Indonesia kebobolan dengan terduga pelaku terorisme yang membuat Indonesia gempar.

"Sebetulnya kejadian terorisme ini sudah berapa kali terjadi. Sehingga bisa disebut Darurat Terorisme. Tidak bisa menganggap remeh," kata Anang Hermansyah ketika ditemui di kawasan Car Free Day (CFD) Sudirman, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu pagi sebelum membuka store 'Asix' di kawasan Sudirman.

Anang menegaskan bahwa pengamanan di Indonesia harus di tingkatkan. Agar tidak terjadi kejadian teror yang sama seperti apa yang sudah terjadi.

"Pengamanan harus tinggi di Indonesia karena kita negara majemuk. Kita berpulau-pulau, itu butuh satu ekstra di ranah pengamanan dan keamanan," ucapnya.

Lanjut Anang, politik anggaran untuk pengamanan di Indonesia harus ditingkatkan dan pemerintah harus mulai menyiapkan hal tersebut, serta akan didukung Parlemen.

"Makanya politik anggaran parlemen mendukung pemerintah mempersiapkan itu. Keterbukaan semakin lebar, penangkal harus segera siap," ujar Anang Hermansyah.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved