Kerusuhan di Mako Brimob

Ryamizard Ryacudu: Mengatasi Teroris Tak Bisa Gunakan Alutsista, Tapi Pakai Rakyat

Ryamizard menambahkan, jika ada bela negara, para teroris tidak akan bisa bergerak dengan 250 juta jiwa.

Ryamizard Ryacudu: Mengatasi Teroris Tak Bisa Gunakan Alutsista, Tapi Pakai Rakyat
Warta Kota/Adhy Kelana
Satuan Brimob berjaga di depan Mako Brimob, Jalan Komjen Pol M Jasin, Kelapa Dua, Depok, Kamis (9/5/2018). 

MENTERI Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, kerusuhan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok pada Selasa (8/5/2018) malam, tidak perlu sampai diberlakukan siaga satu.

"Enggak perlu, saya ingatkan saja kewaspadaan seluruh kita, apalagi aparat jelas ya, tentara dan polisi," ujar Ryamizard di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Ryamizard mengatakan, cara menghadapi teroris salah satunya dengan bela negara. Menurutnya, dalam menghadapi teroris tidak bisa dengan persenjataan, tetapi dengan rakyat.

Baca: Kerusuhan di Rutan Mako Brimob, Menteri Pertahanan: Itu Pelajaran Bagi Polisi Walaupun Pahit

"Salah satunya itu bela negara, menghadapi teroris dengan kekuatan bersenjata itu cuma satu persen, mengatasi teroris tak bisa dengan alutsista, tapi dengan rakyat," katanya.

Ryamizard menambahkan, jika ada bela negara, para teroris tidak akan bisa bergerak dengan 250 juta jiwa.

"Kalau kita ada ruang bela negara, dia tak akan bisa bergerak. Wong 250 juta, bela negara siapa? Indonesia? Kalau enggak mau bela negara Indonesia, keluar aja dari sini," tegasnya.

Baca: Beredar di WhatsApp, Teroris Pantau Situasi di Sekitar Mako Brimob Incar Polisi yang Lengah

Ryamizard juga mengatakan, kerusuhan tersebut merupakan pelajaran bagi kepolisian walaupun pahit.

"Itu pelajaran bagi polisi walaupun pahit," ucapnya.

Hal tersebut, lanjutnya, juga menjadi pelajaran bagi TNI, agar hal tersebut jangan sampai terjadi untuk kedua kalinya.

"Tapi itu pelajaran bagi TNI juga, jangan sampai terjadi lagi yang kedua kalinya, sama TNI dengan polisi saya ingin tidak terulang lagi," paparnya. (Wahyu Firmansyah)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved