Minggu, 17 Mei 2026

Helm Terduga Teroris yang Ditangkap di Tambun Tertinggal di Tukang Buah

Helm terduga teroris tertinggal di dekat lapak pedagang buah usai diringkus Densus 88 Anti Teror di Jalan Diponegoro

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam |
Warta Kota/Muhammad Azzam
Helm terduga teroris yang tertinggal di dekat lapak pedagang buah usai diringkus Densus 88 Anti Teror di Jalan Diponegoro Underpass, Tambun, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (10/4/2018) dini hari. 

Helm terduga teroris tertinggal di dekat lapak pedagang buah usai diringkus Densus 88 Anti Teror di Jalan Diponegoro Underpass, Tambun, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (10/4/2018) dini hari.

Awaludin (40) pedagang buah tersebut, mengungkapkan helm berwarna biru diduga milik teroris. Ia menemukan tergeletak dipinggir jalan sehingga ia mengamankannya ke toko buah miliknya.

"Iya ini helm milik terduga teroris, saat dilakukan penangkapan helm dilepas dan dibiarkan jatuh, saat polisi selesai melakukan penangkapan helm ini tidak dibawa,"tutur saat ditemui dilokasi, Jumat (11/5/2018).

Helm terduga teroris yang tertinggal di dekat lapak pedagang buah usai diringkus Densus 88 Anti Teror di Jalan Diponegoro Underpass, Tambun, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (10/4/2018) dini hari.
Helm terduga teroris yang tertinggal di dekat lapak pedagang buah usai diringkus Densus 88 Anti Teror di Jalan Diponegoro Underpass, Tambun, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (10/4/2018) dini hari. (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Awaludin mengungkapkan teroris menggunakan sepeda motor tiga sepeda motor.

"Ada tiga motor, dua berboncengan satu lagi sendiri. Kalau dari posisi di seberang sepertinya dari arah Jakarta menuju Tambun. Jumlah terduga teroris yang ditangkap si saya engga tahu persis, tapi kalau didepan kios saya ada satu,"ucapnya.

Awaludin menceritakan satu terduga teroris yang ditangkap didepan kiosnya dalam posisi tengkurep dan di injek badannya oleh Polisi berpakaian preman.

"Kalau ditempat saya si ada satu, saya lihat juga didepan pangkalan ojek online satu orang lagi tengkurep dan badannya di injak, untuk total yang ditangkap saya engga tahu persisnya berapa,"sambung Awaludin.

Sebelum kejadian penangkapan, Awaludin melihat empat orang polisi berpakaian preman sedang makan di warung Nasi goreng dengan makan terburu-buru.

Awaludin melihat dua mobil sedang terparkir dan satu mobil berhenti di pinggir jalan.

Tiba-tiba terdengar suara tembakan dan keluar kios.

"Nah pas keluar saya lihat satu orang yang ditangkap di depan kios saya,"pungkasnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved