Breaking News:

Fadli Zon Riset Suara Rakyat Soal Jebloknya Nilai Rupiah Ditemukan 83 Persen Sebut Jokowi Gagal

Eksportir justru lebih menginginkan nilai tukar rupiah yang stabil karena bkomponen bahan baku atau komponen produksi masih banyak yang diimpor.

Penulis: | Editor: Gede Moenanto
Warta Kota
Fadli Zon 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Melemahnya nilai tukar rupiah hingga menembus angka Rp. 14.000 per dollar Amerika Serikat (AS) pada awal pekan ini dinilai mengkhawatirkan.

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon melaksanakan polling di Twitter terkait hal ini dan hasilnya mayoritas masyarakat atau 83 persen menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) gagal.

"Hanya 17 persen menyatakan berhasil, selebihnya bilang, gagal," katanya di Jakarta, Rabu (9/5/2018).

Meskipun selalu disangkal oleh pemerintah, menurut Fadli Zon, Indonesia, saat ini, sebenarnya sudah berada di tahap awal krisis dan pemerintah gagal dalam menjaga stabilitas rupiah seperti tercermin dari suara publik yang diriset secara terbuka.

“Nilai tukar memiliki efek domino yang sangat besar dalam struktur perekonomian kita. Dalam periode Februari hingga Maret 2018 saja, misalnya, kita sudah menghabiskan sekitar US$ 2 miliar devisa untuk menyelamatkan rupiah. Itu pun ternyata tak sanggup mencegah rupiah jatuh ke angka Rp.14.000 per dollar, nilai itu sangat fantastis,” katanya.

Dalam catatannya, menurut Fadli Zon, selama periode pemerintahan Presiden Joko Widodo, mulai dari kuartal empat 2014 hingga kini, rupiah sudah terdepresiasi sebesar 13 persen.

"Kemungkinan, kita akan terus mengalami tren penurunan. Kondisi ini jauh sekali dari apa yang dulu pernah dijanjikan pada 2014," katanya.

Sebagai catatan, nilai tukar rupiah saat ini 38 persen lebih rendah dari janji kampanye dulu.

"Ini menunjukkan, perhitungan pemerintahan sekarang jauh dari realistis dan pemerintah gagal menjaga rupiah kita,” katanya.

Itu sebabnya, kata Fadli Zon, pemerintah harus bersikap transparan mengenai risiko yang tengah kita hadapi.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved