Dapat Bantuan Rp 600 Ribu per Bulan, Mayoritas Lansia Tak Mengerti Cara Ambil Uang di ATM

Meski tak mengerti teknisnya, Sumirah bersyukur Pemprov DKI Jakarta memberikan bantuan uang sebesar Rp 600 ribu per bulan.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Yaspen Martinus
WARTA KOTA/RANGGA BASKORO
Selasa (8/5/2018) hari ini Pemprov DKI menggelar program pembuatan Kartu Lansia Jakarta (KLJ) secara serentak. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Kepala Dinas Sosial Masrokhan, melaksanakannya secara simbolis di RPTRA Pulo Gundul, Johar Baru, Jakarta Pusat. 

ATM itu apa, nak?" Tanya Sumirah (80) kepada Warta Kota, saat ditanya cara mengambil uang bantuan Kartu Lansia Jakarta (KLJ) melalui ATM Bank DKI, di RPTRA Pulo Gundul, Johar Baru Jakarta Pusat, Selasa (8/5/2018).

Padahal, bantuan sebesar Rp 600 ribu per bulan yang diterimanya melalui KLJ, ditransfer melalui ATM Bank DKI. Sumirah menyatakan akan meminta tolong kepada anaknya, Syaifullah (43), untuk mengambilkan uang bantuan itu.

"Nenek enggak ngerti, cuma disuruh datang saja sama anak saya. Cuma tahu katanya dapat bantuan uang, begitu saja," ungkap lansia yang sudah lupa berapa jumlah cucunya.

Baca: Warga Pulo Gundul Heran Istrinya Tak Dapat Undangan Bikin Kartu Lansia Jakarta

Meski tak mengerti teknisnya, Sumirah bersyukur Pemprov DKI Jakarta memberikan bantuan uang sebesar Rp 600 ribu per bulan. Nenek yang tinggal bersama cucunya ini sehari-hari mendapatkan bantuan makanan dari Panti Jompo Putera Setia yang terletak tak jauh dari rumahnya.

"Makan dapat dari panti, sehari dua kali. Kadang-kadang tetangga ada juga yang ngasih Rp 10 ribu-Rp 20 ribu. Alhamdulillah sekarang dapat lagi bantuan," ucapnya.

Syaifullah yang menyadari kondisi orangtuanya yang semakin renta, memutuskan untuk menyimpan uang tersebut, hingga kemudian ia akan langsung memberikannya ke Sumirah ketika membutuhkan.

Baca: Wakil Ketua Umum Partai Demokrat: AHY Kalau Tidak Jadi Capres, Ya Cawapres

"Iya, lebih baik saya yang pegang, karena sudah pikun juga ya. Dikasih uangnya enggak langsung semuanya, nanti takutnya hilang. Lebih baik saya yang simpan kartu ATM dan uangnya," papar Syaifullah.

Tak hanya Sumirah, Edi (73) pun tak mengerti cara mengambil uang melalui ATM. Ia pun akan meminta tolong kepada anaknya untuk mengambil uang tersebut setiap bulan.

"Enggak ngerti cara ambil uangnya. Ada anak saya, minta tolong dia saja," ucap Edi. (*)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved