Breaking News:

BPR Bekasi Minta Pemerintah Ketatkan Administrasi Kependudukan

Banyak debitur berupaya menipu perbankan menggunakan identitas ganda atau palsu sehingga berakhir di pengadilan.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor:
Warta Kota
Ilustrasi 

WARTA KOTA, BEKASI---Pelaku industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Kota Bekasi meminta pemerintah daerah supaya mengetatkan sistem administrasi kependudukan warganya.

Sebab banyak debitur berupaya menipu perbankan menggunakan identitas ganda atau palsu sehingga berakhir di pengadilan.

Baca: Transformasi BPR Jadi Bank Hipmi Jaya

"Kami minta pemerintah mendukung kami dengan memberi kepastian identitas warganya, dengan tidak ada lagi identitas ganda," kata Komisaris Utama BPR Sinar Terang, Soedeson Tandra, Senin (7/5/2018) malam.

Hal itu disampaikan Soedeson usai peresmian Kantor Pusat BPR Sinar Terang di Rumah Toko Emerald Commercial, Kawasan Summarecon Bekasi.

Baca: Sempat Berkurang, Saldo Rekening Tabungan Chicco Jeriko Sudah Diganti oleh Bank

Soedeson mengaku pernah beberapa kali memperkarakan debitur karena berupaya meminjam uang menggunakan identitas palsu.

"Kebetulan kami juga lawyer (pengacara) jadi langsung dipidanakan," katanya.

Sebagai bank yang menyentuh masyarakat, kata Soedeson, keberadaan BPR sangat meringankan beban nasabah dalam hal pembiayaan modal.

Baca: Jemput Bola, Bank DKI Buka Cabang di Terminal Pulogebang

Lebih dari 1.000 nasabah bank yang dikelolanya bahkan didominasi masyarakat menengah ke bawah dengan tidak memiliki rekening koran dan jaminan.

"BPR itu bank komunitas dan berhadapan langsung dengan masyarakat kecil. Mereka enggak punya rekening koran atau jaminan, bank umum susah memberikan kredit. Kami yang memberikan kredit," katanya.

Dia khawatir dengan adanya idenditas ganda yang dimiliki oleh satu orang bisa berdampak pada pertumbuhan bisnis BPR.

Baca: Dolar Hampir Rp 14.000 Bank Indonesia Sebut Faktor Luar Negeri

"Bank itu hanya intermediasi. Anda tabung ke saya, nanti saya kasih bunga berapa. Anda mau pinjam, saya kasih bunga lima persen. Keuntungan kami, marginnya kecil. Kalau kemudian ada yang memasukan idenditas ganda, habislah kami," katanya.

Pada tahun lalu, Sinar Terang dapat menyalurkan kredit sebesar Rp 50 miliar. Sementara, penyaluran kredit pada tahun 2018 ini ditargetkan sebesar Rp 100 miliar dengan nilai maksimal pinjaman hingga Rp 1,2 miliar.

Baca: IIMS 2018, Bank Syariah Mandiri Berharap Bisa Membukukan 324 Surat Pemesanan Kendaraan

Sampai dengan kuartal pertama 2018, bank ini sudah berhasil menyalurkan kredit di angka Rp 50 miliar.

Oleh karena itu, pihaknya optimistis penyaluran kredit yang ditargetkan di tahun ini dapat terealisasi.

"Penyaluran kredit kami arahkan kepada produktivitas, seperti kredit modal kerja maupun investasi," katanya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved