Habiburokhman: Zaman Reformasi Kok Kayak di Korea Utara?

Ia menegaskan, aksi seperti ini tidak ada unsur dari partai, penghasutan, dan SARA, maka seharusnya diizinkan dan tidak boleh dilarang.

Habiburokhman: Zaman Reformasi Kok Kayak di Korea Utara?
WARTA KOTA/ANGGIE LIANDA PUTRI
Suasana deklarasi akbar gerakan #2019GANTIPRESIDEN di patung kuda Arjuna Wiwaha, depan bundaran air mancur sekitar Monas, Minggu 6/5/2018). 

KETUA Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburokhman turut mengadiri deklarasi #2019GantiPresiden di patung kuda Arjuna Wiwaha, depan bundaran air mancur sekitar Monumen Nasional (Monas).

Politikus Partai Gerindra itu mengatakan, aksi ini merupakan hak konstitusional warga negara, sebab bukan kegiatan partai politik (Parpol), sehingga seharusnya tidak boleh dilarang.

"Harus jelas, yang diatur dalam Pergub itu adalah parpol, ini kan bukan parpol, tapi gerakan massa dan sosial. Makanya diubah dulu aturan dan Perda-nya. Kalau enggak ada, ya enggak bisa, kan ada asas legalitas. Enggak boleh dilarang kalau tak ada aturannya," ujar Habiburokhman di lokasi, Minggu (6/5/2018).

Baca: Gencar Keluarkan Pernyataan yang Jadi Perbincangan Publik, Amien Rais Dinilai Bisa Jadi Capres

Ia menegaskan, aksi seperti ini tidak ada unsur dari partai, penghasutan, dan SARA, maka seharusnya diizinkan dan tidak boleh dilarang. Ia menyebut negara ini seperti Korea Utara, sebab ada larangan penggunaan kaus bertuliskan #2019GantiPresiden.

"Orang pakai kaus itu tak masalah. Zaman Orba saja saya pakai kaus politik ke mana-mana enggak ada yang ganggu. Ini Zaman reformasi kok kayak di Korea Utara?" sindirnya.

Aksi ini diakhiri dengan pembacaan deklarasi dan salawat oleh para massa aksi. (*)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved