Sekeluarga Peminum Air Comberan yang Mengaku Keturunan Sunan Kalijaga

Aras yang mengaku tinggal di Kunciran sejak tahun 1975 sebagai salah satu keturunan Sunan Kudus dan Sunan Kalijaga.

Sekeluarga Peminum Air Comberan yang Mengaku Keturunan Sunan Kalijaga
Warta Kota/Andika Panduwinata
Sekeluarga terpaksa minum air got karena terjerat kemiskinan. 

Aras juga menjelaskan alasannya untuk tidak mau pindah dari gubuk. Padahal tempat tinggalnya tersebut sangat memrihatinkan.

"Itu enggak bisa soalnya bagaimana pun saya sudah perjanjian hidup mati di sini karena sudah bersyahadat," tutur Aras.

Bahkan, dia sengaja tidak memakai listrik karena itu bagian dari filosofi hidup Aras yang juga mengaku sebagai Putra Alam.

"Itu bagian dari Siloka saya, kenapa Gubuk Ini gelap kenapa ini ada apa dibalik itu semua ibarat kita semua manusia sudah mulai gelap syahadat," bebernya.

Filosofi hidup Aras yang cenderung menunggu titah alam dalam setiap tindak tanduknya juga menjadi alasan utamanya untuk tidak menyekolahkan anaknya.

"Saya belum ada titah dari orangtua," jawab Aras saat ditanya alasan tidak menyekolahkan anaknya.

Pemahaman Aras yang menganggap dirinya sebagai Putra Alam tak jarang juga menimbulkan persepsi lain dari masyarakat setempat.

Warga menganggap Aras sebagai paranormal, dibuktikan dengan kesaksian dari yang sering melihat tamunya dengan berkendara mobil dan motor.

"Sering lihat juga emang tamunya mobil-mobil mewah yang sari jauh. Makanya saya juga aneh lihat mobil mewah pada kesana," papar Alim, salah satu warga sekitar.

Seperti diberitakan Warta Kota sebelumnya bahwa pasangan suami istri Arsad atau Aras dan Yulianti keluarga miskin di Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, terlihat murung dalam peringatan hari pendidikan pada 2 Mei 2018, kemarin.

Pasalnya, enam orang anaknya tidak ada yang sekolah.

Tidak hanya itu, keluarga mereka bahkan tinggal di rumah gubuk tanpa penerangan.

Lelaki yang kesehariannya bertani kapas ini terpaksa minum air comberan lantaran dijerat kemiskinan.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved