Breaking News:

Penghuni Cinere Parkview Resah Perumahan Disegel, Pertanyakan Upaya Pengembang

Karena penyegelan ini sejumlah penghuni perumahan Cinere Parkview resah dan khawatir tidak ada warga yang mau tinggal di sana

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Andy Pribadi
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Penghuni Cinere Parkview mempertanyakan sejumlah hal ke pegembang terkait penyegalan Perumahan elite Cinere Parkview di RW 12, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok, oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, Kamis (3/5/2018). 

Penyegelan dilakukan dengan memasang plang di depan kawasan perumahan yang sebagjan sudah dihuni. Plang bertuliskan bahwa seluruh bangunan di perumahan Cinere Parkview disegel.

Artinya sejumlah unit bangunan rumah yang sedang dalam pengerjaan, juga mesti dihentikan sementara, sebelum IMB diurus oleh pengembang.

Pemasangan plang segel dipimpin langsung Kasatpol PP Depok Yayan Arianto, dengan didampingi pihak dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok.

Penyegelan disaksikan pula oleh pihak pengembang Cinere Parkview serta warga perumahan yang sudah menempati Cinere Parkview.

Kasatpol PP Kota Depok Yayan Arianto menuturkan kawasan perumahan yang disegel dan sebagian sudah dihuni ini, dilakukan karena dipastikan tidak memiliki IMB.

Karenanya pembangunan kawasan perumahan Cinere Parkview ini melanggar aturan dan Perda Kota Depok.

"Kami harap dengan penyegelan ini, maka pihak pengembang langsung melakukan pengurusan perizinan atau IMB nya," kata Yayan usai penyegelan.

Menurutnya kawasan Perumahan Cinere Parkview ini nantinya akan dibangun sekitar 300 unit rumah.

"Sebagian masih dalam proses pembangunan dan sebagian sudah jadi, bahkan sudah dihuni. Namun semuanya tidak memiliki IMB," kata Yayan.

Kepala Bidang Ketenteraman Masyarakat, Ketertiban Umum dan Pengamanan Pengawalan (Transmas Tibum dan Pamwal) Satpol PP Depok, Kusumo, mengatakan untuk bangunan rumah yang sedang dalam pengerjaan mesti dihentikan sementara, sampai IMB rampung dan dimiliki pengembang.

"Kami imbau pengembang segera mengurus perizinannya, agar dapat melanjutkan pembangunan perumahan," kata Kusumo.(bum)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved