109 Pasangan Catatkan Pernikahan di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta melakukan acara pencatatan pernikahan secara massal di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat.

109 Pasangan Catatkan Pernikahan di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat
WARTA KOTA/RANGGA BASKORO
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta melakukan acara pencatatan pernikahan secara massal di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018). 

DINAS Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta melakukan acara pencatatan pernikahan secara massal di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat.

Acara itu dihadiri sebanyak 109 pasangan yang berasal dari lima wilayah kota administrasi. Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta Edison Sianturi mengatakan, pasangan yang berpartisipasi dalam acara itu adalah mereka yang beragama non Islam.

"Acara ini dihadiri oleh bermacam-macam pasangan dengan agama yang berbeda-beda, simbolisnya saja tadi dari agama Buddha. Siapa pun yang hadir kami fasilitasi pencatatan perkawinannya," ungkap Edison di lokasi, Kamis (3/5/2018).

Baca: Jokowi: Gampang Cari Cawapres‎

Kegiatan tersebut untuk tertib administrasi sesuai Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Pencatatan Sipil dan Perkawinan.

Setelah pernikahannya dicatatkan, akta kelahiran anak-anak yang telah lahir bisa segera disahkan atas nama kedua orangtuanya, dengan syarat pasangan tersebut memperbaiki akte kelahiran ke Kantor Suku Dinas Dukcapil masing-masing daerahnya.

Kepala Suku Dinas Dukcapil Jakarta Pusat Remon Mastadian mengatakan, kegiatan tersebut pertama kalinya dilakukan dengan melibatkan lima wilayah administrasi.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta melakukan acara pencatatan pernikahan secara massal di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018).
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta melakukan acara pencatatan pernikahan secara massal di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018). (WARTA KOTA/RANGGA BASKORO)

"Total pasangan yang hadir ada 109 pasangan. Dari Jakarta Pusat ada 17 pasangan, Jakarta Timur ada 25 pasangan, Jakarta Utara ada 27 pasangan, Jakarta Barat 18 pasangan, dan Jakarta Selatan 22 pasangan. Ini pertama kalinya diseleggarakan secara masal dan Jakarta Pusat jadi tuan rumahnya," beber Remon.

Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede mendukung kegiatan pencatatan pernikahan yang dilakukan tanpa memungut bayaran.

"Ini lima wilayah yang kemudian dilakukan di Jakarta Pusat. Ini bagian dari andil pemerintah membahagiakan masyarakat dan ini gratis tanpa ada bayaran," papar Mangara. (*)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved