Hari Pendidikan Nasional

Terlambat Ikut Upacara di Monas, Puluhan Guru Disetrap Satpol PP

Beberapa guru terlihat langsung pulang, sedangkan belasan guru tetap menunggu hingga upacara selesai.

Terlambat Ikut Upacara di Monas, Puluhan Guru Disetrap Satpol PP
WARTA KOTA/DWI RIZKI
Para guru menunggu di balik gerbang masuk Lapangan Irti, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (2/5/2018). Mereka dilarang masuk dan mengikuti upacara pengibaran bendera dalam Peringatan Hari Pendidikan Nasional, lantaran terlambat datang. 

PERINGATAN Hari Pendidikan Nasional  pada Rabu (2/5/2018) hari ini, diawali upacara pengibaran bendera di Lapangan Ikatan Restoran dan Taman Informasi (Irti), selatan Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat.

Sejumlah guru yang datang tidak tepat waktu, disetrap tidak boleh mengikuti upacara. Pemandangan itu terlihat di gerbang masuk Parkir Irt Stapol PPi, Jalan Medan Merdeka Selatan, pagi ini.

Bersamaan dengan upacara yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno, tepatnya pukul 07.30 WIB, seluruh gerbang masuk dan keluar lapangan Irti pun ditutup.

Baca: Tabung Gas Elpiji 3 Kilogram Meledak Setelah Dimasukkan ke Bak Mandi, Delapan Orang Luka Bakar

Para guru yang terlambat datang terlihat dihalau Satpol PP DKI Jakarta yang bertugas. Mereka dilarang masuk karena upacara pengibaran bendera sudah dimulai. Para guru hanya bisa terdiam memandang upacara yang diikuti oleh para guru seluruh Ibu kota berlangsung, dari balik pagar lapangan Irti.

Beberapa guru terlihat langsung pulang, sedangkan belasan guru tetap menunggu hingga upacara selesai.

"Nanggung habisnya kalau pulang. Absen sama kepala sekolah dulu," ungkap seorang bapak yang enggan disebutkan identitasnya.

Baca: Pulpen Kayu Buatan Narapidana Tangerang Ini Laris Manis Sampai Mancanegara

Ungkapan sang bapak dibarengi dengan senyum kecut beberapa guru lainnya. Seorang ibu lantas berceloteh kalau nasibnya mirip seperti anak didiknya apabila terlambat masuk sekolah.

"Ini kayak anak terlambat sekolah," ucapnya dibalas tawa para guru lainnya. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved