Breaking News:

Mahasiswa UP Bakar Ban di Tengah Jalan Protes Kebijakan Kampus

Demonstrasi mahasiswa di depan Universitas Pancasila (UP), Lenteng Agung, Jakarta Selatan membuat lalu lintas macet.

Warta Kota/Feryanto Hadi
Sejumlah mahasiswa Universitas Pancasila tampak membakar ban di tengah jalan depan kampusnya, Rabu (2/5). 

DEMONTRASI mahasiswa di depan Universitas Pancasila (UP), Lenteng Agung, Jakarta Selatan membuat lalu lintas macet.

Aksi yang berlangsung pada Rabu (5/2) petang hingga malam itu menutup seluruh lajur di depan kampus.

Mahasiswa protes terhadap sejumlah kebijakan pihak universitas dengan cara membakar jalan di tengah jalan.

Mahasiswa menuntut agar pihak kampus menghapuskan sistem paket satuan kredit semester (SKS).

"Sekarang kita harus membayar paket tapi terbentur SKS. Kita disuruh bayar paket tapi yang didapat harus sesuai IP kita," ujar Arief Putra selaku Ketua Komisi 1 Badan Perwakilan Mahasiswa Universitas Pancasila.

Mahsiswa menyoroti adanya Undang-undang No12 tahun 2012 yang dinilainya merugikan mahasiswa.

"Karena kita ketahui pasal 62 sampai 65 yang membahas soal otonomi kampus. Sehingga otonomi kampus itu membuat universitas secara sewena-wena membuat peraturan-peraturan anggaran buat keberlangsungan fakultas tp kenyataannya, disini Universitas Pancasila itu dipaketkan bayaran bukan dipaketkan sksnya," imbuhnya.

Tuntutan kedua menolak komersialisasi pendidikan. Sebab, ada sumbangan yang harus dibayarkan mahasiswa di luar bayaran paket.

"Kita menolak komersialisasi pendidikan. Minimal sumbangan itu Rp 1 juta. Itu di luar bayaran paket," ujar dia.

Ketiga adalah soal minimnya gaji buruh kasar di yayasan tersebut. Dia mengatakan, buruh kasar yang bernaung di koperasi yayasan digaji di bawah UMR.

"Mereka hanya digaji Rp 1,2 juta. Ini menyambung hari buruh kemarin juga," tukasnya.

Mahasiswa meminta Rektor UP Wahono Sumaryono bertemu dan berdialog dengan mereka. Jika tidak, mereka mengancam akan melakukan aksi yang sama.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Sujarwo menerangkan, mahasiswa mulai melakukan demonstrasi sejak pukul 15.30 sore.

"Ya betul ada bakar-bakar ban saat ini kami 15 personil dari Polsek melakukan pengamanan dibackup anggota Polres," tutur kapolsek.

Suasana didalam kampus pun juga ricuh terlihat mahasiswa dan petugas keamanan kampus berdebat.

Sementara itu Humas Universitas Pancasila, Solihin melalui pesan singkat menuturkan bahwa aksi unjuk rasa mahasiswa dipicu karena permasalahan sistem mata kuliah.

"Soal SKS (Sistem Kredit Semester-red) aja," kata dia tanpa menjelaskan lebih lanjut sejumlah pertanyaan yang diajukan Warta Kota.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved