Hari Pendidikan Nasional

Diimpit Kemiskinan, Keluarga di Tangerang Ini Sempat Minum Air Comberan

Yulianti menjelaskan, Arsad bekerja sebagai petani, sedangkan dirinya hanya seorang ibu rumah tangga.

Diimpit Kemiskinan, Keluarga di Tangerang Ini Sempat Minum Air Comberan
WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA
Arsad dan Yulianti serta enam anaknya, di Kecamatan Pinang, Tangerang, Rabu (2/5/2018). 

DI Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei ini, ada warga Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang yang tak mengenyam pendidikan, bahkan meminum air comberan.

Nasib memprihatinkan ini terjadi pada pasangan keluarga Arsad dan Yulianti. Mereka dikaruniai enam anak yang semuanya tidak sekolah. Keenam anak itu adalah Wahyu, Amel, Maharani, Bintang, Dewa, serta Dewi.

"Enggak pada sekolah anak-anak, tinggalnya juga di gubuk," ujar Yulianti saat dijumpai Warta Kota di Kecamatan Pinang, Tangerang, Rabu (2/5/2018).

Arsad dan Yulianti serta enam anaknya, di Kecamatan Pinang, Tangerang, Rabu (2/5/2018).
Arsad dan Yulianti serta enam anaknya, di Kecamatan Pinang, Tangerang, Rabu (2/5/2018). (WARTA KOTA/ANDIKA PANDUWINATA)

Yulianti menjelaskan, Arsad bekerja sebagai petani, sedangkan dirinya hanya seorang ibu rumah tangga.

"Saya di rumah aja ngurus anak-anak. Bapaknya petani kapas deket gubuk," ungkapnya.

Yulianti mengungkapkan, hasil tani yang ditekuni Arsad cuma pas-pasan, Hanya bisa menutupi kebutuhan keluarga.

Baca: Setelah Amien Rais Bertemu Fadli Zon, PAN Bakal Merapat ke Koalisi Partai Gerindra-PKS

"Ya anak-anak juga suka bantu bapaknya, Bertani kapas. kapasnya diambil untuk dijual, bijinya ditanam lagi," jelas Yulianti.

"Sempat enggak ada air, minta air ke tetangga enggak dikasih, jadinya minum air comberan," sambungnya. (*)

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved