Terungkapnya Makna Model Kumis Tengah Hitler
Sebenarnya, mempunyai kumis di tengah itu bukanlah kemauan Hitler sendiri, tapi hal itu karena keterpaksaan.
WARTA KOTA, PALMERAH -- Diktator Nazi Jerman yang pernah berkuasa, Adolf Hitler begitu fenomenal.
Fenomenal karena ia dicap sebagai diktator kejam dan pemicu terjadinya Perang Dunia2.
Selain gaya khasnya yang jago berpidato, rupanya Hitler tipikal orang yang tak suka merokok.
Bahkan, saat ia menjadi diktator Jerman, baliho, pamflet, dan poster imbauan berhenti merokok bertebaran di negeri Bavaria itu.
Soal gaya beda lagi diktator satu ini.
Hitler dikenal sebagai seorang yang mengedepankan penampilan tegas, berwibawa dan mewah.
Bahkan seragam tempur para Wehrmact (angkatan perang Jerman) ia sendiri yang mendesainnya.
Bukan bermaksud membandingkan, coba lihat pakaian tempur serdadu Sekutu dengan prajurit Jerman, pasti terlihat rapi dan elegan para tentara Jerman.
Lantas untuk diri sendiri Hitler sangat menyukai tampilan elegan dan berwibawa.
Termasuk masalah kumis yang ia cukur kotak.
Sebenarnya, mempunyai kumis di tengah itu bukanlah kemauan Hitler sendiri.
Tapi, hal itu karena keterpaksaan.
Saat berlangsung Perang Dunia 1, Hitler termasuk salah satu tentara kekaisaran Jerman yang ikut bertaruh nyawa di medan pertempuran.
Hitler saat itupun sudah memiliki kumis gaya 'Kaiserbart' yang merupakan gaya kumis populer Jerman ala Kaisar Wilhelm II.
Tapi, saat di medan perang kumis Hitler itu malah membawa petaka.
Hitler saat berkumis model Kaiserbart (kanan).
Perang Dunia I dikenal sebagai perang yang menggunakan gas syaraf atau mustard untuk membunuh sebanyak mungkin serdadu musuh.
Seorang rekan Hitler bernama Alexander Moritz Frey mengungkapkan bahwa kumis tebal Hitler itu kemudian terpaksa dipangkas lantaran menganggu pemasangan masker respirator (masker gas) di kepalanya.
Tujuan pemasangan masker gas ini sangat penting lantaran saat berperang pasukan Inggris yang merupakan lawan Jermankerap kali menyemprotkan gas mustard.
Nah, daripada meregang nyawa di medan perang karena gas mustard, Hitler dengan terpaksa memangkas kumiskesayangannya.
Hitler saat berkumis ala Kaiserbart ()
Soalnya pernah kejadian Hitler hampir tewas lantaran sudah memakai masker gas namun dirinya masih bisa menghirup gas mustard yang membuatnya tumbang hampir mati.
Well, jika saja Hitler masih nekat tidak mau memangkas kumisnya menjadi kotak seperti Charlie Chaplin bisa dipastikan Hitlersudah tewas di medan laga Perang Dunia I.
Dan seandainya dengan tewasnya Hitler di kancah peperangan tersebut tentunya akan mengubah jalannya sejarah, yakni tak akan ada Perang Dunia II.(Seto Aji
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/hitler_20180501_203427.jpg)