Breaking News:

Rieke Dyah Pitaloka Sampaikan 5 Tuntutan Pekerja Kepada Presiden

Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia, Rieke Dyah Pitaloka membacakan lima tuntutan pekerja kepada Presiden Jokowi.

Warta Kota/Dwi Rizki
KETUA Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) Rieke Diah Pitaloka (depan, ketiga dari kanan) berpose di tengah-tengah aksi puluhan ribu anggota KRPI di kawasan Patung Kuda, selatan Monumen Nasional (Monas), Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (1/5/2018). Mereka menuntut agar pemerintahan Jokowi-JK mengesahkan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan membentuk Badan Riset Nasional. 

BERBAGAI organisasi dan kelompok pekerja hari ini merayakan Hari Buruh (May Day)di sekitar Monumen Nasional (Monas) dan jalan sekitar Istana Merdeka

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bersama Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri menerima perwakilan buruh di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan Republik Indonesia.

Pada kesempatan itu Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia, Rieke Dyah Pitaloka membacakan lima tuntutan pekerja kepada Presiden Jokowi

"Pertama, kami mendesak terbentuknya badan riset nasional tentang cetak biru industri di Indonesia. Kedua, mewujudkan upah yang layak dan perlindungan terhadap tenaga kerja," ucap Rieke di Istana, Selasa (1/5/2018).

Ketiga ia meminta Menaker agar lebih ketat dalam membuat aturan mengenai Tenaga Kerja Asing (TKA). 

Keempat ia meminta untuk menurunkan komite pengawas tenaga kerja dan terakhir meminta pemerintah segera mengangkat para tenaga honorer yang telah bekerja bertahun-tahun untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Ia juga menyampaikan pesan untuk Jokowidodo untuk menyelamatkan aset negara dan mengelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN)dengan baik agar masyarakat sejahtera.

Kelima butir maklumat yang tertulis diselembar kertas tersebut kemudian diserahkan Rieke kepada Menaker untuk diteruskan kepada Presiden.

Hanif Dhakiri merespons pesan tersebut serta berterima kasih kepada para buruh sudah menjalankan aksi dengan damai dan berjanji akan membentuk tim untuk mengawasi TKA.

“Terima kasih kepada para pekerja, kami berencana untuk membentuk satuan tugas yang bertanggung jawab mengawasi penggunaan tenaga kerja asing di wilayah Republik Indonesia," ungkap Hanif. 

 Adapun beberapa serikat yang tergabung yaitu, Gabungan Serikat Pekerja Manufaktur Independen Indonesia (GSPMI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Federasi Serikat Pekerja Aneka Sektor Indonesia (FSPASI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK), pegawai PT Pos Indonesia, komunitas pekerja transportasi daring dan organisasi pekerja media.

Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved