Polrestro Jakarta Selatan Menemukan 30 Mobil Curian dari Satu Jaringan Maling

Polres Metro Jakarta Selatan mendapatkan temuan luar biasa dari pengembangan kasus jaringan pencuri spesialis roda empat.

Penulis: Feryanto Hadi | Editor:
Warta Kota/Feryanto Hadi
Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Indra Jafar (kiri) menunjukkan barang bukti mobil curian di Mapolres Metro Jakarta Selatan. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU---Polres Metro Jakarta Selatan mendapatkan temuan luar biasa dari pengembangan kasus jaringan pencuri spesialis roda empat yang sebelumnya dibekuk yakni AS, RM, dan BK.

Mereka ditangkap terkait kasus pencurian mobil Toyota Avanza di bilangan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Baca: Komplotan Pencuri Mobil Dikejar Sampai Subang

Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Indra Jafar mengatakan, dari pengembangan yang dilakukan, polisi mengejar penadah untuk mencari jejak mobil-mobil curian komplotan itu.

Enam penadah ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan. Mereka adalah TM, ARH, SJ, D, I, dan H. Sementara satu orang lainnya yang berinisial Z ditangkap Polres Subang.

Baca: Curi Mobil di Parkiran, Begini Modus Para Pelaku

"AS, RM, dan BK rupanya sudah 50 kali mencuri Toyota Avanza dan menjualnya kepada tujuh penadah yang baru ditangkap," kata Indra Jafar saat merilis pengungkapan ini di Mapolres Jakarta Selatan, Senin (30/4/2018).

Indra mengatakan, komplotan ini membagi tugas dalam setiap beraksi.

AS berperan sebagai joki mobil curian. Sedangkan dua rekannya bertugas melalukan eksekusi dengan merusak alarm mobil, merusak pintu mobil, serta merusak kunci mobil.

Baca: Komplotan Pencuri Mobil Mengaku sebagai Artis dan Penyanyi

"Rata-rata yang dicuri Avanza tahun 2016 ke bawah, dan dijual seharga Rp 23 juta per unit. Pelakunya dari Subang. Sedangkan mobil curian mereka jual ke sejumlah wilayah," kata Indra.

Kanit Ranmor Satreskrim Jakarta Selatan Ajun Komisaris Egidio Fernando mengatakan, pelaku mengaku sudah beraksi sejak 2015 dan sudah mencuri sebanyak 50 mobil.

Mobil-mobil curian tersebut, kata Egidio, dijual ke penadah-penadah di luar Jakarta, khususnya daerah kabupaten kecil untuk menghilangkan jejak.

"Sementara kami sudah bisa menemukan 30 mobil yang sudah mereka jual ke berbagai daerah seperti Subang, Kediri, Kudus, Lampung. Bahkan sudah ada yang berpindah hingga tangan kelima," katanya.

Baca: Begal yang juga Penadah Motor Hasil Pembegalan Berhasil Diringkus

Selain 30 unit mobil, polisi juga mengamankan berbagai barang bukti yang digunakan untuk mencuri mobil tersebut, termasuk airsoft gun merek Python juga turut disita.

"Airsoft gun beli di daring. Dia pakai untuk jaga diri ketika terjepit, dia bisa ancam lewat ini atau kalau ketahuan," kata Egidio.

Atas perbuatannya, penadah dijerat Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. Sementara AS, RM, dan BK dijerat Pasal 363 dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Baca: Petugas Satreskrim Polres Jakbar Dor Perantara dan Penadah Sepeda Motor Curian

Egidio mengimbau pemilik kendaaran untuk memarkir kendaraan di tempat yang aman agar pencurian seperti itu tak terulang.

Ia mempersilakan kepada masyarakat Jakarta yang kehilangan mobil pada periode 2015-2017 untuk mengecek ke Polrestro Jakarta Selatan terkait penemuan 30 mobil curian tersebut.

"Nomor register mobil-mobil tersebut sudah kami cek dan ada delapan mobil sudah diblokir terkait laporan kehilangan para korbannya. Sebagian lagi sudah diganti oleh asuransi. Bagi masyarakat yang mau mengecek silakan datang dengan membawa data lengkap," kata dia.

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved