Banyak Buruh May Day Cuma Duduk-Duduk, Ini Kata Presiden Perdamaian
SEJUMLAH buruh yang berasal dari berbagai asosiasi melakukan aksi untuk rasa di depan Istana Presiden, Medan Merdeka, Jakarta Pusat.
SEJUMLAH buruh yang berasal dari berbagai asosiasi melakukan aksi untuk rasa di depan Istana Presiden, Medan Merdeka, Jakarta Pusat.
Namun tidak seluruh buruh ikut berunjuk rasa, sebagaian dari mereka memilih untuk duduk-duduk dan berteduh dari panasnya matahari di trotoar jalan.
Melihat hal tersebut, wanita yang mendeklarasikan dirinya sebagai Presiden Perdamaian mengatakan bahwa itu adalah cerminan tidak adanya kerjasama yang baik diantara buruh.
"Pada takut panas tuh (buruh) pada duduk-duduk. Ini gimana sih enggak solider temannya pada panas-panasan. Enak pada makan, duduk, kayak wisata kuliner," ujar Herawaty.
Dirinya meminta kepada para buruh untuk ikut serta acara sesuai komando dan tidak menyelamatkan diri sendiri.
"Kalau enggak ya dirumah saja, tidur. Kan harus rasa ingin berjuang itu sama-sama. Enggak bisa 'udah biarin dia aja deh'. Kalau enak kan entar kita bareng-bareng. Enggak boleh kayak gitu. Senang, susah, bersama. Jadi ya itu, kesadaran berasama. Entar kalau udah enak ngikut, ini kan susahnya nih. Ini duduk," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/presiden-perdamaian-herawaty-rinto-parean-hadir-di-may-day_20180501_141914.jpg)