Pilpres 2019

Prabowo: Perempuan Jadi Pembantu di Negara Lain, Masa Kita Izinkan Tenaga Kerja Asing Masuk?

Prabowo menegaskan dirinya tidak anti asing, tetapi yang dibutuhkan Indonesia merupakan pekerja dengan kemampuan asing.

Prabowo: Perempuan Jadi Pembantu di Negara Lain, Masa Kita Izinkan Tenaga Kerja Asing Masuk?
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyapa warga Kota Depok, di Hotel Bumi Wiyata, di Jalan Margonda, Depok, Minggu (1/4/2018) sore. 

KETUA Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan, Pemerintah Indonesia harus mengutamakan tenaga kerja dalam negeri dibandingkan tenaga kerja asing, terkait dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018.

Prabowo mengatakan, masih banyak pekerja wanita yang terpaksa menjadi pekerja di luar negeri.

"Rakyat kita banyak belum punya pekerjaan layak, baik, karena itu perempuan kita terpaksa jadi pembantu di negara lain, ninggalin suami, keluarga, untuk kirim uang ke kampungnya. Masa demikian kita izinkan TKA masuk?" ujar Prabowo di Gedung Joang 45, Jakarta, Minggu (29/4/2018).

Baca: Mengawasi Tenaga Kerja Asing Tugas Imigrasi, Polisi Cuma Memantau

Prabowo menegaskan dirinya tidak anti asing, tetapi yang dibutuhkan Indonesia merupakan pekerja dengan kemampuan asing.

"Bukan kita anti asing, kita butuh tenaga kerja dengan kemampuan asing, tapi kita utamakan rakyat kita," katanya.

Prabowo menturkan, seharusnya pemerintah yang membuat para pekerja dalam negeri mampu bekerja seperti tenaga kerja asing.

Baca: Ombudsman Sebut Sebagian Besar Tenaga Kerja Asing Datang ke Indonesia Tanpa Keterampilan

"Kalau rakyat kita enggak mampu, kewajiban kita pemimpin Indonesia membuat rakyat kita mampu. Kalau rakyat enggak pintar, kewajiban pemimpin buat rakyat pintar," tuturnya.

Prabowo mengatakan, pemerintah memang harus bersahabat dengan negara asing namun harus juga menjaga kekayaan negeri, sehingga tidak diambil oleh bangsa lain.

"Negara ini apabila memiliki pemerintah yang bersih, tidak mengizinkan korupsi, yang pintar pandai bersahabat sama semua bangsa asing, tapi waspada tidak akan mengizinkan kekayaannya diambil bangsa lain dengan murah," paparnya.

"Kita harus bersahabat dengan bangsa asing, tapi kita harus juga menjaga segenap tumpah darah kita, rakyat kita," tambahnya. (Wahyu Firmansyah)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved