Pengembang Jepang Bangun Superblok Rp 10 Triliun di Jakarta Timur

proyek Sakura Garden City merupakan hunian apartemen yang mencakup 12 menara dengan total 5.000 unit.

Pengembang Jepang Bangun Superblok Rp 10 Triliun di Jakarta Timur
istimewa
Sakura Garden City senilai Rp 10 triliun di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. 

Bisnis properti Indonesia tampaknya mulai kembali pulih. Terbukti beberapa pengembang berani melansir proyek-proyek baru dengan nilai triliunan Rupiah. Tak hanya pengembang nasional macam Ciputra Group, Sinarmas Land Group, atau Lippo Group, melainkan juga investor asing yang terpincut menggarap bisnis yang menunjukkan perbaikan ini.

Satu di antaranya investor yang berbasis di Jepang, Daiwa House Industry. Langkah Daiwa menyusul investor dan pengembang Jepang yang lebih dulu masuk pasar properti Indonesia. Sebut saja, Mitsubishi Fudosan, Tokyu Land, Marubeni, dan lain-lain. Tak tanggung-tanggung, Daiwa bakal mengembangkan proyek berkonsep superblok Sakura Garden City senilai Rp 10 triliun di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

Dalam merealisasikan proyek seluas 10 hektar ini, Daiwa House Industry menjalin aliansi strategis dengan Japan Overseas Infrastructure Investment Corporation for Transport and Urban Development (JOIN), dan Trivo Group. Ketiganya membentuk usaha bersama PT Sayana Integra Properti dengan kepemilikan 60 persen untuk duo investor Negeri Matahari Terbit.

Senior Executive Officer of Daiwa House Industry Nobuya Ichiki menuturkan, dipilihnya Indonesia sebagai wilayah ekspansi bisnis kondisi ekonomi dengan pertumbuhan stabil. “Terutama, di daerah Jakarta yang merupakan pasar potensial bagi sektor properti, dengan kelas menengahnya yang sangat membutuhkan hunian,” kata Nobuya dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Senin (30/4/2018).

Direktur Utama PT Trivo Orion Properti Robert Yapari menambahkan, proyek Sakura Garden City merupakan hunian apartemen yang mencakup 12 menara dengan total 5.000 unit. "Kami menyasar segmen generasi milenial produktif yang bekerja di daerah Jakarta dan Bekasi," kata Robert. Sakura Garden City akan dibangun dalam 4 tahap. Tahap pertama sebanyak 2.200 unit dalam empat menara dan 90 ruko, dimulai tahun ini dengan gross development value (GDV) Rp 1,5 triliun.

Tahap 2, akan dibangun empat menara untuk kelas menengah atas, tahap 3 sebanyak empat menara untuk kelas atas, dan tahap terakhir satu gedung perkantoran yang dilengkapi hotel bintang empat. “Penyelesaian seluruh empat tahap ini dijadwalkan pada tahun 2024,” sambung Robert. Sakura Garden City dirancang sebagai hunian terintegrasi transit oriented development (TOD) melalui stasiun LRT Ciracas. Direktur PT Daiwa JOIN Indonesia Tubagus Nouval Haedar mengklaim Sakura Garden City merupakan hunian terintegrasi TOD tersebsar yang dibangun pengembang Jepang di Jakarta.

"Kami menempati lahan dengan lokasi tepat di seberang stasiun LRT Ciracas. Ini untuk memberikan kemudahan mobilitas bagi penghuni menuju Jakarta, Bogor, dan sekitarnya,” tutup Tubagus.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lagi, Investor Jepang Garap Superblok Rp 10 Triliun di Jakarta Timur",

Penulis : Hilda B Alexander
Editor : Hilda B Alexander

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved