Kenaikan Upah Minimun Provinsi Percuma Bila Harga Sembako dan BBM Ikut Naik

Kenaikan upah serta penghapusan sistem tenaga alih daya (outsourcing) menjadi pokok permintaan utama buruh pada Hari Buruh Nasional (May Day).

Kenaikan Upah Minimun Provinsi Percuma Bila Harga Sembako dan BBM Ikut Naik
Warta Kota/Dwi Rizki
Yusuf Suhendra mengatakan, UMP DKI Jakarta yang sebelumnya Rp 3,4 naik menjadi Rp 3,6 juta per bulan tidak berpengaruh banyak, warga masih kesulitan 

WARTA KOTA, PASAR MINGGU---Kenaikan upah serta penghapusan sistem tenaga alih daya (outsourcing) menjadi pokok permintaan utama buruh pada Hari Buruh Nasional (May Day).

Padahal, apabila kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) murah, kenaikan upah minimum provinsi (UMP) tidak harus direalisasikan.

Baca: Sebanyak 5.000 Buruh se-Tangerang Raya Datang ke Istana Menyuarakan 6 Tuntutan

Yusuf Suhendra (35), pegawai PT Bentoel Distribusi Utama, merujuk pada kondisi ekonomi saat ini.

Menurutnya, UMP DKI Jakarta yang sebelumnya Rp 3,4 naik menjadi Rp 3,6 juta per bulan tidak berpengaruh banyak, warga masih kesulitan.

Baca: Aksi Selasa, Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia Menyiapkan 50.000 Orang

"Sebenarnya permintaan buruh itu sama saja, semuanya minta upah naik supaya bisa buat mencukupi kebutuhan. Sekarang ini apa-apa mahal, dilihatnya gampang, sekarang ini duit Rp 50.000 saja sudah enggak ada artinya. Cuma bisa buat makan dua kali, sama bensin sisanya," katanya saat ditemui di Taman Margasatwa Ragunan (TMR) Ragunan, Jakarta Selatan, Minggu (29/4/2018).

Warga Jalan Dana Karya Kelurahan Gedong, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur, menyinggung soal langkanya premium beberapa waktu belakangan.

Baca: 500 Buruh dari Jakarta Utara Ikut Aksi May Day di Istana

Sehingga sebagian pengendara seperti dipaksakan menggunakan pertalite ataupun pertamax yang harganya lebih mahal.

Walaupun perbedaan harga premium dengan pertalite tidak besar, yakni premium Rp 6.800 per liter sedangkan pertalite Rp 7.800 per liter, selisih harga tersebut itu menurut Yusuf, berpengaruh banyak. Terlebih bagi pengendara sepeda motor seperti dirinya.

"Bensin (transportasi) memang yang paling mahal pengeluarannya, tapi sekarang ini premium justru langka. Semuanya kosong, jadinya kayak dipaksa beli pertalite. Bukan beda seribunya, tapi kelipatannya," katanya.

Yusuf mengatakan,"Karena itu sebenarnya demo juga bukan cuma buat buruh doang, tapi buat semua orang. Tujuannya supaya adil, itu saja."

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved