Rekayasa Lalin Antisipasi Kegiatan Shalawat Bersama

Kegiatan dengan tema 'Kota Tua Bershalawat' itu digelar dalam rangka memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW.

Rekayasa Lalin Antisipasi Kegiatan Shalawat Bersama
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Ilustrasi rekayasa lalu lintas. 

WARTA KOTA, TAMANSARI -- Polres Metro Jakarta Barat dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menggelar acara shalawat bersama di kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat, Sabtu (28/4) malam.

Kegiatan dengan tema 'Kota Tua Bershalawat' itu digelar dalam rangka memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW dan menyambut datangnya bulan Ramadan. 

Menyikapi kondisi tersebut, Satuan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Barat menyiapkan rencana rute pengalihan arus lalu lintas di sekitar lokasi.

“Pengalihan arus dimulai pukul 17.00 WIB. Apabila situasi lalin kondusif, alih arus bisa dinormalkan,” kata Kasat Lantas Jakarta Barat, AKBP Sudarmanto, Jumat (27/4/2018).

Adapun rute pengalihan arus lalu yang disiapkan adalah:

-Arus lalu lintas (lalin) dari arah Gajah Mada muju Kota Tua di belokkan kekiri arah Jembatan Lima dan arah Pasar Pagi.

-Arus lalin dari Mangga Dua menuju Kota dan Jembatan Lima dibelokkan kiri arah Hayam Wuruk.

 

- Arus lalin yang datang dari pintu kecil akan menuju Jalan Kaliber Barat dibelokkan ke kiri arah Jalan Malaka.

 

- Arus lalin dari arah Ekor Kuning yang akan menuju Jalan Kunir dibelokkan ke kanan arah Jalan Kopi.

- Arus lalin dari Jalan Cengkeh dan Kunir yang akan menuju Jalan Lada Kota Tua diluruskan ke arah Kampung Bandan.

- Arus lalin yang dari Kampung Bandan menuju Jl. Lada Kota Tua dibalikkan arah krmbali ke Kp. Bandan.

- Arus lalin dari arah Jembatan Dua menuju Kota dibelokkan ke kanan arah Jalan KH. Mas Masyur.

- Arus lalin dari Jalan KH. Mas Masyur menuju Kota dibelokkan kiri arah ke Jembatan Dua.

Sudarmanto mengatakan puluhan ribu umat Muslim dari beberapa wilayah akan ikut memeriahkan acara tersebut. Adapun pengalihan arus lalu lintas akan diberlakukan ketika jalanan sekitar kawasan Kota Tua tidak bisa dilalui oleh kendaraan. 

 

“Jadi masih situasional,” kata dia. 

 

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved