Breaking News:

Krisis Semenanjung Korea

Korut Susul Korsel Hentikan Siaran Propaganda di Perbatasan

Menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Antar-Korea Jumat (27/4/2018), kedua negara mulai menghentikan siaran propaganda mereka.

AFP/Ed Jones via Kompas.com
SEORANG prajurit Korea Utara berpose di Zona Demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea. Di belakangnya terlihat Rumah Perdamaian lokasi KTT Korea yang akan digelar pada Jumat (27/4/2018). 

MENJELANG Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Antar-Korea Jumat (27/4/2018), kedua negara mulai menghentikan siaran propaganda mereka.

Sebelumnya, Korea Selatan ( Korsel) telah mematikan pengeras yang biasanya menyebarkan berbagai kabar tentang Korea Utara ( Korut) hingga musik K-Pop pada Senin (23/4/2018).

Diwartakan Chosun Ilbo Rabu (25/4/2018), langkah Korsel tersebut diikuti oleh tetangganya. Mereka menghentikan siaran propaganda sejak Selasa (24/4/2018) sore waktu setempat.

Baca: Lokasi Uji Coba Nuklir Korut Sudah Runtuh Sebagian

Juru bicara militer Korsel mengatakan, pada Selasa pagi mereka masih mendengar siaran dari 10 pengeras yang dipasang Korut.

"Namun, sejak sore hari, kami sudah tidak lagi mendengar siaran mereka," beber juru bicara tersebut.

Dia melanjutkan, Seoul tidak mengetahui apakah siaran propaganda itu akan berhenti secara permanen atau hanya sementara. Namun, dia menyatakan kalau Pemerintah Korut telah mengeluarkan pengumuman resmi perihal keputusan penghentian tersebut.

Baca: Ini Propaganda Kim Jong Un Terbaru untuk Rakyatnya: Korut Negara Pemilik Senjata Nuklir

Chosun Ilbo mengulas, siaran propaganda Korut di kawasan demiliterisasi sejatinya merupakan langkah simbolik yang dilakukan negeri komunis tersebut. Sebab, pengeras suara tersebut hanya berfungsi meredam suara yang dihasilkan siaran propaganda Korsel.

Karena kondisi pengeras suara itu yang kurang bagus, siaran Korut hanya bisa didengar hingga wilayah perbatasan Korsel jika kondisi angin tengah bagus.

Baca: Doa Berbagai Agama untuk 1 Harapan: Perdamaian Korut-Korsel dan Denuklirisasi

Kemudian, siaran Korut yang diisi oleh 50 orang itu muncul kadang-kadang dikarenakan aliran listrik mereka yang buruk.

Lebih lanjut, siaran propaganda Korsel sebenarnya sempat berhenti. Namun, pada Januari 2016, Seoul kembali menggelar siaran. Keputusan itu dibuat untuk mengomentari uji coba nuklir keempat yang dilakukan Pemimpin Korut Kim Jong Un. (Rizky Chandra Septania)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ikuti Korsel, Korut Hentikan Siaran Propaganda di Perbatasan"

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved