Selasa, 5 Mei 2026

Habis Gagal Lelang Mebel, Kadisdik DKI Nyinyir Jelekkan Instansi Lain

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta berujar kurang enak dan menjelekkan instansi lain usai gagal lelang mebel (meja dan kursi) sekolah.

Tayang:
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Adriyanto, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (20/6/2016). 

KEPALA Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sopan Adrianto, justru berujar kurang enak dan menjelekkan instansi lain usai gagal lelang mebel (meja dan kursi) sekolah.

Sopan menuntaskan gagal lelang mebel sekolah dengan memutuskan memulai proses lelang ulang, bukan evaluasi ulang. 

Sopan membeberkan alasan mengapa pihaknya ngotot ingin pengadaan mebel (meja dan kursi) sekolah lewat lelang mebel di Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa DKI (BPPBJ DKI).

Padahal pengadaan mebel bisa lebih transparan dan efektif apabila dilakukan lewat e-katalog lokal di Lembaga kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). 

Sopan mengatakan, pengadaan mebel tidak bisa menggunakan e-katalog LKPP karena mebel yang digunakan Dinas Pendidikan belum tersedia dalam e-katalog.

Ditambah lagi, kata Sopan, pihaknya ingin mebel yang digunakan adalah yang terbaik.

"Misalnya begini, di e-katalog (bisa) untuk duduk 3 bulan sudah hancur. Saya enggak mau dong. Barang itu kami pilih yang terbaik, yang terbaik sudah kami usulkan di e-katalog, tetapi belum terbit," ujar Sopan.

Walau terancam pengadaan mebel tak akan selesai saat tahun ajaran baru 2018/2019, Sopan menyebut hal itu tak akan berpengaruh terhadap 183 sekolah yang menunggu mebel baru itu.

Selama proses lelang mebel dilakukan, Dinas Pendidikan DKI Jakarta melakukan sistem "tambal sulam" untuk memenuhi kebutuhan mebel sekolah-sekolah.

Mebel sekolah yang sedang direvitalisasi, dipindahkan ke sekolah lain yang sudah selesai dibangun.

"Misalnya rehab total berarti, kan, selama setahun dirobohkan. Nah itu dipinjamkan, didistribusikan (ke sekolah)," ujar Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Sopan Adrianto di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (25/4/2018).

Dengan demikian, sebenarnya gagal lelang yang terjadi tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Namun, Sopan mengatakan, idealnya sekolah yang selesai direhabilitasi menggunakan bangku yang baru.

"Memang kalau idealnya bangku-bangku yang baik, tetapi selama itu belum ada kami gunakan bangku yang masih ada," katanya.

Pengadaan mebel ini untuk memenuhi kebutuhan 183 sekolah yang selesai direhabilitasi pada tahun 2016 dan 2017.

Nilai yang dianggarkan mencapai Rp 87 miliar. Sopan ingin mebel baru sudah bisa dipakai pada tahun ajaran baru. (Jessi Carina)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gagal Lelang, Disdik DKI "Tambal Sulam" Penuhi Kebutuhan Mebel Sekolah".

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved