Fadli Zon Berikan Penyadaran pada Mahasiswa terkait Tingginya Ketimpangan Ekonomi dan Keadilan

Korupsi semakin memrihatinkan, hukum bisa dibeli, biaya pendidikan yang mahal, serta berbagai persoalan lainnya.

Fadli Zon Berikan Penyadaran pada Mahasiswa terkait Tingginya Ketimpangan Ekonomi dan Keadilan
Warta Kota
Kuliah umum kepada mahasiswa oleh Wakil Ketua DPR RI, Dr Fadli Zon. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon tampil menjadi pembicara di Kuliah Umum di sejumlah universitas.

"Dari dua kampus yang saya kunjungi, yaitu Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), saya tekankan bahwa peran pemuda dan mahasiswa begitu penting dalam menyoroti dan menjawab persoalan ketimpangan ekonomi dan demokrasi di Indonesia" katanya di Jakarta, Rabu (25/4/2018).

Dia melakukan kegiatan kuliah umum bersama mahasiswa FISIP Universitas Sumatra Utara (USU), Kampus USU, Padang Bulan, Medan, Jumat (20/4/2018) lalu dengan tema Ketimpangan Ekonomi dan Demokrasi.

Selanjutnya, Fadli Zon juga mengisi kuliah umum di Kampus Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) dengan tema Peran Pemuda dan Mahasiswa dalam Membangun Indonesia.

Selain menyampaikan materi perkuliahan, Fadli Zon juga menjawab sejumlah pertanyaan mahasiswa tentang situasi terkini di Indonesia.

Khususnya tentang kemiskinan dan kaitannya dengan kebijakan-kebijakan pemerintah.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya menguntungkan warga kelas atas. Setidaknya, dalam 10 tahun terakhir, berbagai data menyebutkan jika pertumbuhan ekonomi kita sebenarnya hanya menguntungkan 20 persen warga terkaya saja, di mana 80 persen sisanya, yang mencakup sekitar 205 juta penduduk, tetap tertinggal di belakang," ungkap Fadli Zon.

Selesai kuliah umum di USU, Fadli Zon melanjutkan mengisi kuliah umum di Universitas Islam Sumatera Utara dengan tema Peran Pemuda dan Mahasiswa dalam Membangun Bangsa.

Di hadapan ratusan mahasiswa UISU, Fadli Zon menyampaikan mahasiswa memiliki peran yang istimewa yang dikelompokkan dalam tiga fungsi: agent of change, social control, dan iron stick.

"Saya berharap dengan fungsi tersebut, tugas besar yang diemban mahasiswa dapat mewujudkan perubahan bangsa yang sudah sangat semrawut ini. Hari ini, korupsi semakin memrihatinkan, hukum bisa dibeli, biaya pendidikan yang mahal, serta berbagai persoalan lainnya. Di sinilah peran pemuda dan mahasiswa untuk bertindak serta berperan aktif," katanya.

Fadli Zon mengingatkan bahwa Republik ini dahulu digagas dan didirikan oleh para pemuda melalui perantara berbagai organisasi yang mereka dirikan pada awal abad ke-20, seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Jong Celebes, dan lain-lain.

Halaman
12
Penulis:
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved