Kenali Keputihan yang Abnormal

Vaginal discharge atau keputihan adalah kondisi yang normal dialami perempuan, yakni keluarnya cairan dari organ kewanitaan.

Penulis: Gopis Simatupang | Editor:
ilustrasi
Ilustrasi 

WARTA KOTA, BEKASI----Vaginal discharge atau keputihan adalah kondisi yang normal dialami perempuan, yakni keluarnya cairan dari organ kewanitaan.

Keputihan berperan penting dalam sistem reproduksi perempuan.

Baca: Waduh, Ternyata Bayi Juga Bisa Keputihan Lho

Cairan yang dibuat oleh kelenjar dalam vagina dan leher rahim membawa pergi sel-sel mati dan bakteri. Hal ini membuat vagina bersih dan membantu mencegah infeksi.

Meski demikian, tidak sedikit perempuan yang khawatir akan keputihan karena meninggalkan rasa tidak nyaman. Apalagi bila masih berhubungan seksual aktif.

Baca: Keputihan Bisa Disebabkan dari Toilet Kotor

Pakar kandungan, dr Rikka Mulya Wirman SpOG, mengatakan, keputihan masih dalam taraf normal bila hanya berupa keputihan tipis, berwarna putih atau transparan, dan tidak berbau.

"Beberapa kondisi keputihan yang normal misalnya pada bayi perempuan yang baru lahir. Pada usia satu sampai empat hari terkadang suka keluar lendir dari vagina. Tidak usah bingung, itu karena pengaruh estrogen ibunya yang memang dia dapatkan dalam kandungan," kata Rikka dalam diskusi yang digelar Klinik Kecantikan Amaryllis di Hotel Harris Summarecon Mal Bekasi, baru-baru ini.

Rikka mengatakan, keputihan juga bisa terjadi karena kehamilan. Itu merupakan kondisi yang normal sebagai akibat perubahan hormonal.

Bila tidak ada kondisi atau keluhan khusus, mengalami keputihan saat tengah mengandung tidak perlu dikhawatirkan.

Baca: Cara Alami Hilangkan Keputihan

"Pada anak-anak yang baru mengalami menstruasi kadang-kadang juga terjadi keputihan. Itu karena hormon estrogen sudah mulai bekerja secara aktif. Dalam masa subur wanita juga biasanya merasa vagina lebih basah atau keluar lendir. Itu kondisi yang normal," katanya.

Kapan perempuan harus mulai khawatir?

Rikka mengatakan, keputihan menjadi abnormal bila mengalami tanda-tanda seperti jumlah cairan yang keluar dari vagina berlebihan, cairan berwarna tidak wajar seperti kekuningan atau kehijauan, atau bila keputihan disertai rasa nyeri maupun panas.

"Yang tadinya mungkin cuma bercak berubah menjadi banyak sekali. Atau bila cairan itu telah berbau. Karena keputihan yang normal itu tidak berbau. Atau bisa juga bila sudah berwarna. Bila sebelumnya hanya berwarna susu kental sedikit berubah menjadi kekuningan dan disertai keluhan lain seperti gatal, panas, dan nyeri. Bila demikian, segera konsultasikan ke dokter," katanya.

Baca: Yogurt Bantu Atasi Keputihan

Rikka juga mengimbau perempuan agar tidak main-main dengan organ kewanitaannya. Misalnya saja menggunakan sabun kewanitaan agar kering. Padahal, normalnya organ kewanitaan harus lembab.

"Ibu-ibu pinginnya vaginanya kesat. Padahal itu kurang baik. Kalau vagina kering, keluhannya adalah nyeri. Karena dia kering lebih gampang terjadi iritasi hingga sampai terjadi infeksi. Jadi, sebenarnya tidak perlu menggunakan sabun atau bahan-bahan yang kita belum tahu cocok atau tidak. Kalau tidak ada keluhan ya tidak usah pakai yang macam-macam," katanya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved