Kasus STMT Trisakti dengan Mahasiswanya Semakin Memanas

Renaldy Permana menilai STMT Trisakti bukan lagi tidak menghormati putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap.

Kasus STMT Trisakti dengan Mahasiswanya Semakin Memanas
Warta Kota/Hamdi Putra
Daniel Ahmad dan teman wanitanya bersama Hotman Paris di Kopi Johny Kelapa Gading Jakarta Utara, Minggu (15/4/2018). 

KUASA hukum empat orang mahasiswa STMT Trisakti yang dikeluarkan gara-gara terlibat aksi demo, Renaldy Permana, langsung merespon pernyataan kuasa hukum STMT Trisakti, Ronald Simanjuntak yang membantah pihaknya tidak patuh terhadap putusan Mahkamah Agung.

Renaldy Permana menilai STMT Trisakti bukan lagi tidak menghormati putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap.

Lebih dari itu, pihak kampus dianggap tidak punya hati dan etika baik selalu instansi pendidikan maupun selaku pendidik/pengajar dengan memberikan wacana penerbitan Surat Keputusan (SK) Drop Out yang baru.

"Lebih jauh seandainya SK drop out baru tersebut diterbitkan oleh mereka, perbuatan tersebut murni merupakan perbuatan melawan hukum dan tidak menutup kemungkinan masuk ke ranah pidana karena melawan keputusan penguasa, dalam hal ini putusan pengadilan. Karena jelas keempat mahasiswa dirugikan baik materill dan immaterill," tegas Renaldy Permana kepada Warta Kota, Selasa (24/4/2018).

Menurutnya, adalah sebuah alasan yang lucu jika STMT membuat pernyataan belum menjalani putusan karena belum ada perintah dari PTUN.

Jika memang STMT kampus yang kredibel dan profesional, seharusnya tanpa teguran mereka sadar putusan tersebut inkracht.

"Baiknya pihak STMT Trisakti dapat kooperatif dan langsung melaksanakan putusan secara sukarela, dan mempersilakan keempat mahasiswa kembali berkuliah sebagaimana mahasiswa lainnya," pintanya.

Terdahulu, kuasa hukum Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT) Trisakti, Ronald Simanjuntak membantah pihaknya melakukan pembangkangan atau tidak patuh terhadap putusan Mahkamah Agung. 

Bantahan tersebut diungkapkannya sebagai jawaban atas tudingan Hotman Paris, setelah empat orang mahasiswa yang dikeluarkan STMT Trisakti mengadu kepada pengacara kondang itu di Kedai Kopi Johny Kelapa Gading Jakarta Utara beberapa waktu lalu.

"Jadi begini kalau kita melihat seekor gajah itu harus utuh bukan hanya ekornya atau kupingnya saja. Nanti akan berbeda-beda gajah itu bentuknya seperti apa. Sama halnya dengan perkara ini harusnya dilihat dulu secara utuh, kan ada mekanisme ada prosedur," ujar Ronald Simanjuntak kepada Warta Kota, Senin (23/4/2018).

Halaman
1234
Penulis:
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved