Kakek Ini Dahulu Kerja di Sekretariat Negara Lalu Dipecat Orde Baru, Kini Jualan Buku di Balai Kota

Kopi itu diseduhnya menggunakan dispenser air panas yang berada persis di teras Kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.

Kakek Ini Dahulu Kerja di Sekretariat Negara Lalu Dipecat Orde Baru, Kini Jualan Buku di Balai Kota
WARTA KOTA/DWI RIZKI
Chairuddin (77), warga Gang Sutrisno RT 01/05 Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur, setiap hari berjualan buku di Balai Kota DKI. 

HARI telah beranjak siang, matahari pun sudah bergeser dari puncaknya. Namun, di tengah hiruk pikuknya lingkungan Balai Kota DKI Jakarta, Chairuddin (77) belum beranjak dari tempat duduknya di pojokan Gedung Blok G Balai Kota.

Kakek itu masih asyik meramu kopi, mengisi lapar karena belum makan seharian. Botol plastik bekas air mineral yang ditemukannya, menjadi wadah sebungkus kopi instan yang dibelinya jauh dari Balai Kota.

Kopi itu diseduhnya menggunakan dispenser air panas yang berada persis di teras Kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.

Selain sebagai bekal penambah tenaga untuk kembali berkeliling Balai Kota, kopi susu favoritnya itu katanya juga untuk bergaya.

Dirinya mengaku tidak mau kalah dengan para pejabat yang tengah bersantai, menikmati beragam menu seharga puluhan ribu rupiah di Jakbistro Balai Kota.

Baca: Pemprov Dorong Setop Penggunaan Air Tanah, DPRD DKI: Siapkan Dulu Fasilitasnya

"Kan ngopi sama aja. Cuma kalau saya mendingan adem, jadi air panasnya dicampur air dingin," ujarnya setengah berteriak, karena mengalami masalah pendengaran.

Pria yang akrab disapa Engkong itu mengaku bukan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau warga yang memiliki urusan.

Kehadirannya di kantor Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta untuk berjualan buku Agama Islam ke lingkungan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, serta lingkungan Balai Kota.

Namun, kini profesi yang sudah dilakoninya sejak lebih dari 30 tahun silam itu semakin sulit ia rasakan. Bukan karena badannya yang tidak sebugar ketika masih muda, tapi juga karena minat orang untuk membaca buku kini sudah hilang.

Halaman
123
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved