Takut Dilengserkan, Rektor STMT Trisakti Pecat Empat Mahasiswa

REKTOR STMT Trisakti menuding empat mahasiswa yang dikeluarkan akibat demo tiga tahun lalu sebagai tokoh utama dalam gerakan menggulingkan rektor.

Takut Dilengserkan, Rektor STMT Trisakti Pecat Empat Mahasiswa
Warta Kota/Hamdi Putra
Rektor STMT Trisakti Tjuk Sukardiman (kiri) dan Ketua Yayasan Trisakti Bimo Prakoso (kanan), Senin (23/4/2018). 

REKTOR Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT) Trisakti, Tjuk Sukardiman menuding empat orang mahasiswa yang dikeluarkan akibat aksi demo tiga tahun lalu sebagai tokoh utama dalam gerakan menggulingkan rektor.

Selain keempat mahasiswa itu, dua orang karyawan STMT Trisakti juga terpaksa kehilangan pekerjaannya karena terlibat dalam aksi 15 Juni 2015.

Mantan Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kementerian Perhubungan itu mengatakan gerakan menggulingkan rektor telah dimulai sejak tanggal 14 Januari 2015 hingga akhirnya empat orang mahasiswa dan dua orang karyawan yang terlibat dalam aksi dikeluarkan oleh pihak kampus.

Baca: Bos First Travel Akui, Syahrini dan Vicky Shu Penarik Calon Jemaah

"Latar belakang dikeluarkannya keempat orang mahasiswa itu bukan karena demo biasa menuntut peningkatan fasilitas kampus, itu hanya kedok. Sebenarnya bermuatan politis untuk menggulingkan rektor. Puncaknya tanggal 14 dan tanggal 15 yang mana kampus kami digembok, diblokir aksesnya kemudian mahasiswa dikejar-kejar disuruh keluar, motor dinaikkan ke atas sampai lantai 5. Jadi sudah anarkis," ujar Rektor STMT Trisakti, Tjuk Sukardiman kepada Warta Kota, Senin (23/4/2018).

Ia mengakui terdapat kesalahan prosedur dalam mengeluarkan dan menerbitkan Surat Keputusan (SK) mengenai pemecatan empat orang mahasiswa tersebut.

"Yang mahasiswa memang ada kesalahan prosedur kami akui SK ditetapkan dan dikeluarkan oleh wakil rektor 3 bidang kemahasiswaan. Tapi alasan yang jelas adalah saat itu keputusan harus dikeluarkan dan saya saat itu belum boleh masuk kampus," imbuhnya.

Empat orang mahasiswa yang dikeluarkan oleh pihak kampus akhirnya membawa kasus tersebut ke pengadilan.

Dari tingkat pertama hingga banding dan kasasi, berhasil dimenangkan oleh mahasiswa.

"Yang di PTUN kan adalah prosedurnya. Waktu di pengadilan tingkat pertama kami sudah berusaha menjelaskan alasannya, hakimnya mengatakan selesaikan dulu PTUN nya. Sehingga alasan-alasan kami mengeluarkan mahasiswa tersebut tidak pernah dilihat. Akhirnya kami diputuskan kalah. Kami Banding sampai kasasi. Di kasasi secara yuridis dia memang menang mahasiswa ini ya," ungkapnya.

Halaman
123
Penulis:
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved