Netizen Malah Salahkan Pemerintah Soal Bom Bunuh Diri yang Tewaskan 27 Warga di Kabul

"Mereka (pemerintah) menahan orang, kemudian melepaskannya untuk membunuh warga sipil," kecamnya.

Netizen Malah Salahkan Pemerintah Soal Bom Bunuh Diri yang Tewaskan 27 Warga di Kabul
Tribun Solo
Petugas berwenang dan penduduk berada di lokasi ledakan bunuh diri di luar pusat pendaftaran pemilih pemilu legistlatif di Kabul, Afghanistan, Minggu (22/4/2018) 

WARTA KOTA, BOGOR - Rasa duka berubah menjadi amarah di media sosial setelah bom bunuh diri meledak di Kabul, ibu kota Afghanistan yang menewaskan 57 orang.

Seperti diberitakan oleh AFP Senin (23/4/2018), para netizen itu menyalahkan pemerintahan Presiden Ashraf Ghani yang dinilai gagal melindungi rakyatnya.

Seperti yang dituliskan pengguna Facebook bernama Ahmad Ahmadi.

"Mereka (pemerintah) menahan orang, kemudian melepaskannya untuk membunuh warga sipil," kecamnya.

Pengguna Facebook lainnya menuliskan, ledakan tersebut terjadi di luar kantor pusat pendaftar pemilih jelang pemilu Oktober mendatang.

Pengguna bernama Aminullah itu berkata kalau pemerintah sengaja membuat kegaduhan agar bisa memperpanjang masa jabatan mereka.

"Cara untuk segera terbebas adalah dengan melakukan pemilu, dan menyingkirkan pemerintahan korup ini," kecam Aminullah.

AFP melaporkan, pemakaman untuk korban ledakan dilakukan beberapa jam pasca-kejadian Minggu (22/4/2081).

Adapun sisanya dilaksanakan Senin ini.

Sebelumnya, pelaku menggunakan sabuk bom bunuh diri, dan menargetkan pusat registrasi pemilih di kawasan Dashte Barchi, Kabul Barat.

Halaman
12
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved