Sempat Shock, Siska Akhirnya Bisa Bersyukur Punya Anak Autis

WAJAHNYA terlihat cerah pagi ini sambil duduk-duduk di sebuah terpal putih yang digelar di jalan di dalam area Balai Kota DKI Jakarta.

Sempat Shock, Siska Akhirnya Bisa Bersyukur Punya Anak Autis
Warta Kota/Yosia Margaretta
Siska, ibu dari penyandang disabilitas yang melukis di badan bus Transjakarta, Jumat (20/4/2018) 

WAJAHNYA terlihat cerah pagi ini sambil duduk-duduk di sebuah terpal putih yang digelar di jalan di dalam area Balai Kota DKI Jakarta.

Siska duduk sambil sambil sesekali membuka ponselnya, menunggu anaknya yang sedang sibuk mengisi gambar di badan bus Transjakarta dengan cat akrilik.

Audrey (16) merupakan putri pertama dari Siska yang adalah penyandang disabilitas dengan talenta yang luar biasa.

Lewat acara PT Transjakarta, Audrey diberikan ruang untuk menumpahkan kreasinya dengan menggambar badan bus Transjakarta yang nantinya dioperasikan.

Tidak mudah, Siska bercerita suka-dukanya memiliki anak yang berkebutuhan khusus, lebih tepatnya autisme.

"Sudah 16 tahun, banyak. Ya tiap-tiap tahapan umuran ada masalahnya sendiri-sendiri. Sama lah kayak anak biasa juga," ujar Siska, Jumat (20/4/2018).

Sementara itu Siska mengakui bahwa dirinya sempat sulit untuk menerima keadaan anaknya namun akhirnya dirinya bisa melampangkan dada.

"Oh ya shock lah. Kita up and down, depresi berkali-kali. Berapa cycle. Makin lama tapi makin cepet karena sudah mengenali diri sendiri. Kalau menerima itu memang kunci dari semuanya. Seperti barang, berlapis-lapis semakin hari semakin menerima," ceritanya.

Sambil memperhatikan putrinya menulis, Siska bercerita bahwa putrinya memang menyukai dunia seni dan salah satunya adalah melukis.

"Dulu tuh dia enggak bisa pegang pensil. Jadi setelah terapi, macam-macam terapi tuh mulai bisa pegang pensil, gambar kemana-mana," cerita Siska.

"Sebelumnya sudah suka gambar. Makanya kita cari tempat. Waktu itu sempet vakum empat tahun karena kita pindah jauh ke Tangerang," sambungnya.

Siska sendiri tidak memiliki cita-cita yang mendetail kepada putrinya, hanya mengikuti jalan Tuhan yang dilakukannya.

"Kayak gitu enggak usah diomongin (cita-cita), kejauhan. Ngomong minggu ini aja deh. Pasti Tuhan kasih jalan. Sejauh ini sudah bisa survive, sudah bisa begini aja sudah Puji Syukur sama Tuhan," ujarnya.

Penulis: Yosia Margaretta
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved