Manajemen Bantah Diskotek Exotic Jadi Tempat Peredaran Narkoba

Bahkan, pihak keamanan gedung juga melakukan pemantauan di sekitar gedung, baik di luar maupun di dalam diskotek.

Manajemen Bantah Diskotek Exotic Jadi Tempat Peredaran Narkoba
Warta Kota/Henry Lopulalan
BANGUNAN l Diskotek Exotic yang sudah disegel Satpol PP di Jalan Pangeran Jayakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2018). 

MANAJEMEN Diskotek Exotic membantah tempatnya menjadi lokasi peredaran narkoba. Mereka mengklaim setiap hari pengunjung yang masuk disterilisasi.

"Kami mempunyai standar pemeriksaan yang ketat sebelum pengunjung masuk. Mulai dari pengecekan identitas, tas, kemudian yang sudah 'teler' enggak boleh masuk, yang punya jaket dicopot," kata Kepala Humas Diskotek Exotic Tete Martadilaga saat dikonfirmasi, Jumat (20/4/2018).

"Rokok kita bongkar semua, sandal juga enggak boleh, harus pakai sepatu. Terus tamu yang resek kita turunkan, tamu yang datang dalam keadaan enggak normal kita enggak boleh masuk," sambungnya.

Baca: BREAKING NEWS: Tempel Stiker dan Bentangkan Spanduk, Satpol PP DKI Tutup Diskotek Exotic

Tete menegaskan, tempatnya telah disterilkan dari peredaran narkoba. Bahkan, pihak keamanan gedung juga melakukan pemantauan di sekitar gedung, baik di luar maupun di dalam diskotek.

"Artinya kita sudah berusaha mengikuti aturan, kita juga sudah lakukan steril. Kita sudah berusaha mengikuti apa yang disarankan Pemda," ucapnya.

Ia juga menyayangkan penutupan yang dilakukan Pemprov DKI, yang merujuk dari hasil penggerebekan BNN pada 2017, padahal saat penggerebekan tidak ditemukan barang bukti.

Baca: Mantan Kasir Diskotek Exotic: Kalau Kayak Gini, Sumpah Saya Kangen Pak Ahok

"Memang ada pengunjung yang positif narkoba, tapi kan tidak ada barang buktinya. Tidak ada karyawan yang positif narkoba. Terkait untuk pengunjung overdosis juga kan belum jelas hasilnya, kita kan enggak tahu pengunjung itu pakai narkoba di mana, pas masuk masih sehat, di atas baru sakit," papar Tete.

"Sulit buat mendeteksi itu, kecuali ada alat deteksi atau orang BNN ikut jaga di sini, biar bisa deteksi orang itu pakai atau enggak. Kalau kita kan sebatas menjaga keamanan, untuk sejauh itu kita tidak mampu," tambahnya.

Tete pun tidak mau berspekulasi terkait penutupan tempat hiburan yang gencar dilakukan oleh Pemprov.

"Positive thinking aja lah, kita enggak mau (berpikir yang ada tebang pilih penutupan oleh Pemprov). Soalnya kalau kita berpikir yang lain-lain nanti repot, kita enggak pernah pikir begitu. Ya kita kelola tempat kita, kita enggak mau ikut campur lah tempat hiburan lain," tuturnya. (*)

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved